Tya Subiakto: Kejutan di Tahun Ke Sepuluh

0
21

POSFILM.COM – Di tahun ke sepuluh menjalani profesi ilustrator musik film cerita, komposer Tya Sulestyawati atau lebih dikenal Tya Subiakto mendapat kejutan meraih piala Penata Musik Terbaik diajang penghargaan film internasional, Asia Pacific Film Festival ke-57 (APFF) 2017.

Festival film bagi pekerja seni citra bergerak sekawasan Asia Pasifik  itu berlangsung di Phnom Pehn, Kamboja, Minggu 30 Juli 2017, memberi penghargaan karya musik Tya lewat film  Rudy Habibie. Pada film yang sama Aktor Reza Rahadian meraih penghargaan Best Actor.

Tya Subiakto, tidak menyangka bisa mendapatkan apresiasi yang tinggi dari ajang bergengsi. “Waktu mendengar nama saya masuk nominasi saja sudah senang dan nggak nyangka bakal menjadi yang terbaik. Saya sangat bersyukur. Di luar Indonesia ini adalah penghargaan pertama.”

“Alhamdulillah, saya takjub karena selama hidup saya belum pernah mendapatkan piala Citra. Tapi saya bisa memenangkan ini (Penata Musik Terbaik APFF 2017). Itu menjadi sebuah hal yang tidak masuk akal dan di luar dugaan sekali. Ini memang hadiah dari Tuhan,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (3/8).

Kesuksesan penata musik film Ayat Ayat Cinta dan Sang Pencerah  ini bukan dengan cara yang instan. Proses bekerja keras lebih kurang sepuluh tahun sampai akhirnya bisa mendapatkan apresiasi di level Internasional. Ia menceritakan bagaimana awalnya ia tertarik menjadi komposer dan berusaha learning by doing dengan tekun.

“Ini adalah cita-cita saya sejak kelas tiga SD. Ketika saya menonton film E.T yang di konduktori oleh John William, saya langsung mengatakan kepada mama saya, Someday I wanna be like him. Dari sanalah saya berkeras hati untuk menjalankan cita-cita saya ini,” cerita komposer musik yang baru saja memberi warna musik film Nyai Ahmad Dahlan ini.

Mendengar kabar gembira ini, ia pun mendapat pujian dari kedua anaknya, Muhammad Satrio Wibisono dan Srikandi Larasati. Namun, kesuksesan dalam karirnya ini pula tidak membuatnya memaksa kedua buah hati untuk mengikuti jalan hidupnya. Ia pun membebaskan anak-anaknya memilih apa yang mereka sukai.

“Saya tidak pernah memaksa anak saya untuk menjadi seorang musisi, atau komposer seperti saya. Semua itu tergantung dari hati. Saya selalu mengajarkan kepda anak-anak saya seperti itu. Anak saya yang pertama tertarik dengan animasi. Bahasa film itu tidak asing di keluarga, tapi saya tidak memaksakan juga,” ungkap putri sutradara film iklan, Subiyakto Priosoedarsono. [PJ/Didang P. Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here