Topengan 2018 Septian dan Naoki Kolaborasi Pantomime Dramatik dan Mengibur

0
71

POSFILM.COM – Lebih dari dua ratus orang duduk bersila di lantai berlapiskan busa kursi menyaksikan atraksi pantomime Septian Dwi Cahyo, dan Naoki Nagai asal Jepang. Keduanya menampilkan kepiawaian dalam membangun drama lewat gerak anggota tubuh dan mimik, yang kerap mengundang decak kagum dari penonton.

Senyum dan tawa membahana di ruang pertunjukkan Japan Foundation, Gedung Summitmas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin malam, (15/1/2018).

Pertunjukkan berdurasi dua setengah jam itu, dibuka oleh Banon Gautama yang mengundang beberapa penonton untuk naik ke atas pentas. Banon berpenampilan pantomime mengajak penonton untuk menirukan gerakannya. Suatu pembukaan yang cukup mengundang penonton terhibur.

Secara bergantian Septian Dwi Cahyo, yang kita kenal juga sebagai aktor film, dengan Naoki Nagai membawakan tema penampilan mereka : Dora Emon Naoki Nagai, Boneka Septian Dwi Cahyo, Cermin Naoki Nagai, Pesta Topeng Septian Dwi Cahyo, Cewek Nomor Satu di Dunia Naoki Nagai, dan Buddy (Naoki Nagai dan Septian Dwi Cahyo).

Gelaran Pantomime yang diberi tajuk ‘Topengan 2018’ itu menandai ulang tahun ke- 8 Septian Dwi Cahyo Studio (SDCS) komunitas pantomime binaan Septian, dan ikut meramaikan ulang tahun Persahabatan Indonesia – Jepang yang ke-60 tahun.

“Saya gembira sekali bisa tampil bersama Naoki Nagai seorang pantomime aal Jepang. Aacara ini bisa kami jadikan ajang pemanasan untuk kami tampil di Festival Pantomime Dunia, di Jepang beberapa bulan ke depan,” ujar Septian yang menggelar tanya jawab dan foto bersama penonton.

Septian Dwi Cahyo dan Naoki Nagai foto bersama dengan penonton pementasan ‘Topengan 2018’, di ruang pertunjukan Japan Foundation, Jakarta Pusat, Senin malam, (15/1/2018) [Foto: PF /Didang]
Naoki Nagai yang lebi dari sepuluh tahun tinggal di Indonesia, tepatnya di Bali, merasakan bahwa seni pantomime di Indonesia bisa berkembang dengan baik.

”Selain banyak peminatnya, budaya di Indonesia banyak ragamnya dan bisa diekplorasi untuk pantomime. Karena mau bangsa mana pun akan paham dengan bahasa tubuh dan mimik yang bercerita. Karena bahasa gerak pantomime universal,” ungkap Naoki. [PF /Didang P. Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here