Terobosan Max Pictures, Sajikan Horor yang Berbeda Lewat Film ‘Keluarga Tak Kasat Mata’

0
193

POSFILM.COM – Beberapa film cerita horor menampakkan wajah seram dan menakutkan secara fisik dengan berbagai rona di wajah dan fisik. Semacam kuntilanak atau pocong yang kerap diperlihatkan di layar bioskop. Perlu inovasi tidak hanya sisi teknis namun juga dalam hal kreativitas penggalian ide cerita.

Kali ini, Max Pictures, di bawah kendali Ody Mulya, nama yang cukup dikenal di kancah perfilman nasional memproduksi film yang diberi judul Keluarga Tak Kasat Mata. Sebuah film yang diangkat dari cerita nyata dan pernah dituliskan oleh Bounaventura Genta di sebuah media online. Cerita ini dibaca oleh lebih dari 10 juta pasang mata.

Menggali cerita Keluarga Tak Kasat Mata dari Genta, sang penulis membawa kita ke atmosfir lain tentang cerita hantu. Pengalaman Genta ketika bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di sebuah rumah di kawasan Sleman,Yogyakarta. Pada suatu saat datang seorang teman ke  ruangannya, ketika disapa teman itu diam. Dan, ketika masuk ruang lain teman yang sama juga ada. Tapi, kali ini yang disapa menjawab.

Lantas batin Genta bertanya, siapa orang tadi. Kejadian itu berulang kali. Awalnya merasa takut karena kerap menemukan sosok-sosok teman dan orang namun tak pernah menjawab bila bertanya, Genta tidak lagi merasa risau dan takut.

Ternyata bukan hanya Genta yang mengalaminya, teman-teman satu kantornya pun menyaksikan peristiwa itu, dan mereka kerap juga melihat kehadiran sosok-sosok itu secara bersama.

”Penampilan mereka biasa seperti manusia umumnya. Tidak bertampang seperti hantu atau kuntilanak seperti dalam cerita atau di film-film kita. Kadang ada yang menyerupai teman kita. Dan, mereka tidak mengganggu,”cerita Genta.

Kemudian Genta menggali dari berbagai informasi bahwa kantor yang ditempati perusahaan Genta itu dulunya adalah rumah yang dijadikan sebagai tempat pesugihan atau mencari kekayaan dengan meminta dan memuja kepada setan.

”Dan, konon mereka yang kerap hadir di kantor itu adalah korban atau tumbal untu mendapat kekayaan,” ungkap Genta.

Keunikan cerita dan dengan jumlah pembaca cerita ini di atas sepuluh juta itulah yang kemudian menarik Ody Mulya untuk mengangkat cerita itu ke layar bioskop.

”Ini cerita menarik dan unik. Cerita horor tetapi mahluknya tidak seram dan tidak menakutkan seperticerita horor lainnya. Saya optimis film akan diminati  banyak penonton film Indonesia,” tegas Ody Mulya, yang sukses dengan film-film horor Suster Keramas, Tali Pocong Perawan, dan Setan Budeg.

Film yang dibintangi Aura Kasih, Deva Mahenra, dan Miller Khan mengambil lokasi di Jakarta, Bekasi, Bogor dan Yogyakarta. Pengambilan lokasi yang berpencar itu disebabkan memerlukan atmosfir yang sangat dekat suasana Yogya, dan membangkitkan imaji penonton dengan ruang misteri.

“Tidak mudah ya membangun suasana horor dengan penampilan sosok hantu yang tidak seram atau menakutkan. Kita bangun suasana horor dengan lokasi dan set property dan alunan gending jawa,” cerita sutradara Edy Suryawan.

Dengan kinerja yang maksimal di berbagai aspek produksi, film Keluarga Tak Kasat Mata menyuguhkan film cerita horor yang berbeda dari yang ada. Penasaran?

Datang saja ke bioskop pada 23 November 2017. Anda akan merasakan meremangnya kulit dan bulu kuduk saat menonton Keluarga Tat Kasat Mata.  [PF /Didang P. Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here