Sebelum Film Valentine, 5 Film Ini Juga Ditarik dari Peredaraannya

0
323

POSFILM.COM –  Terkait dengan ditariknya peredaran film Valentine dari bioskop, hal tersebut ternyata menjadi peristiwa yang biasa dalam indutri film.  Jauh sebelumnya juga telah ada beberapa film nasional yang ditarik (stop) peredarannya dari bioskop. Dan ada berbagai alasan yang melatarbelalangi sebuah film distop atau ditarik peredarannya.

Berikut 6 film yang pernah tayang namun kemudian ditarik (distop) peredaraannya.

  1. VALENTINE (2017)

Film Valentine diadaptasi dari buku komik dengan judul Valentine terbitan Skylar Comics. Film Valentine menampilkan artis muda cantik Estelle Linden sebagai pemeran utamanya yang akan berperan sebagai wanita ‘superhero’. Film ini disutradarai oleh Agus Pestol dan Ubay Fox, dengan naskah cerita yang ditulis oleh Beby Hasibuan.

Film yang diproduksi oleh Skylar Pictures ini dirilis pada 23 November 2017. Namun, sangat disayangkan, baru 3 hari tayang, pada 26 November 2017, film Valentine yang bergenre action ini ditarik peredaraannya dari bioskop.

Melalui akun instagram, Skylar Picture menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih pada semua orang yang telah mendukung Valentine hingga akhir penayangannya.

Pihak Skylar Pictures mengungkapkan alasan film action Indonesia dengan superhero wanita tersebut karena masalah kualitas CGI yang dirasa kurang maksimal. Setelah proses produksi, ada masalah dengan CGI sementara waktu sudah ‘mempet’ dengan jadwal penayangan, kualitas CGI yang terkesan dipaksakan sehingga kualitasnya menjadi kurang maksimal. Sayang banget yah, padahal filmnya menarik.

 

  1. JOKOWI ADALAH KITA (2014)

Film ‘Jokowi Adalah Kita’ yang diproduksi oleh K2K Production, dibintangi oleh Ben Joshua (sebagai Jokowi), dan Sylvia Fully menjadi Iriana, istri Jokowi. Kisahnya tentang perjalanan Joko Widodo (Jokowi) dari awal hingga menjadi Presiden Indonesia.

Seperti dilansir dari Liputan6.com (28/11/2014: “Pelajaran dari Ditariknya Film ‘Jokowi Adalah Kita’), film “Jokowi Adalah Kita’ sudah mendapat surat tanda lolos sensor. Filmnya juga sudah dikenalkan pada media dan mendapat publikasikasi yang baik. Namun sehari setelah edar, film tersebut malah ditarik dari peredaran oleh produsernya.

Kabar yang tersiar, beberapa alasan melatar belakangi film ini ditarik dari peredaran oleh produser K2K Production, KK Dheraaj. Salah satunya adalah waktu penayangan yang kurang tepat. Kenaikan harga BBM membuat gejolak diberbagai sector. Situasi dan kondisi politik Indonesia yang cenderung tidak stabil

Untuk menghindari kejadian yang tidak dinginkan akhirnya film ‘Jokowi Adalah Kita’ yang sudah tayang ditarik peredarannya dari bioskop. “Ditunda penanyangannya. Kenaikan harga BBM mengakibatkan situasi politik yang panas. jadi kita tunggu. Kalau suasana aman baru diputar lagi,” ujar KK Dheraaj, dilansir dari Liputan6.com

 

  1. CINTA TAPI BEDA (2012)

Film ‘Cinta Tapi Beda’ arahan sutradara Hanung Bramantyo, dibintangi oleh  Agni Pratisha dan Reza Nangin ini dirilis pada 27 Desember 2012, namun kemudian distop peredarannya karena dinilai kontroversi mengandung hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Film inipun menuai protes.

Meski merasa keluhan itu tidak tepat sasaran, Hanung tidak ingin kontroversi meluas. Ia pun meminta kepada jaringan bioskop agar film tersebut ditarik dari peredaran.

Film ‘Cinta Tapi Beda’ bercerita tentang kisah cinta berbeda keyakinan (agama). Diceritakan Cahyo, pemuda asal Yogya beragama Islam. Cahyo yang taat beribadahm bekerja sebagai chef di Jakarta. Cahyi berusaha lepas dari kesedihan setelah ditinggal selingkuh oleh pacaranya yang bernama Mitha.

Disisi lain, Diana, gadis asal Padang, mahasiswa jurusan seni tari, tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta. Keluarga Diana penganut Katolik taat.

Cahyo dan Diana bertemu di pertunjukan tari. Mereka kemudian berpacaran walaupun berbeda keyakinan, bahka mereka serius akan melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan. Probelama pun muncul dan semakin rumit diantara cinta mereka berdua.

 

  1. HEART BREAK.COM (2009)

Heart-Break.com’ adalah film nasional bergenre komedi yang disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman, dan skenario ditulis oleh Syamsul Hadi. Adapun bintang yang tampil adalah Ramon Y.Tungka, Ananda Omesh, Richa Novisha, Gary Iskak.

Film ‘Heart-Break.com’ yang bertemakan patah hati merupakan salah satu film yang paling lama ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia sebelum akhirnya ditarik darik peredaran. Kabar yang tersiar, film yang dirilis pada 3 Desember 2009 ini ditarik dengan alasan menjaga imej dan menjaga kualitas produk dan kepercayaan para  sponsor.

 

 

  1. POCONG 1 (2006)

Film Pocong 1 garapan sutradara Rudi Soedjarwo, produksi SinemArt, menampilkan bintan Kinaryosih dan Dwi Sasono. Film ini rencananya akan dirilis pada 26 Oktober 2006, namun Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan film tak bisa masuk bioskop.

Film Pocong 1 menjadi film yang dilarang tayang dan ditarik dari peredarannya karena ceritanya yang dianggap terlalu sadis, pemerkosaan yang brutal, seolah mensyahkan aksi kekerasan berdasarkan dendam, dan bisa menimbulkan ketakutan bagi masyarakat. Masyarakat bisa meniru beberapa perilaku yang tidak pantas dari film ini.

Film Pocong 1 kisahnya tentang Wisnu yang harus menyaksikan pembantaian ayah, ibu dan adik perempuannya. Peristiwa tersebut membuat jiwa Wisnu terganggu. Dia kerap melihat pemandangan-pemandangan aneh, seperti arwah penasaran adiknya yang mirip pocong. Wisnu dihantui bayang-bayang arwah penasaran tersebut, yang menuntut Wisnu untuk mencari orang yang bertanggungjawab pada kematian keluarganya.

 

  1. BURUAN CIUM GUE (2004)

Film ‘Buruan Cium Gue’ arahan sutradara Findo Purwono HW, dengan skenario ditulis oleh Ve Handojo, menampilkan bintang  Hengky Kurniawan, Masayu Anastasia, Dimas Setowardana, Ratu Felisha, Aimee Juliette, Tommy Kurniawan, Irfan Hakim dan Dewi Rezer.

Film ini ditarik peredarannya dari bioskop karena banyakan desakan yang muncul dari berbabagi kalangan. Film ini menuai banyak kontroversi mulai dari judulnya yang dinilai terlampau ‘menggoda’, walaupun sebenarnya sempat lulus Lembaga Sensor Film.

Raam Punjabi selaku produser Multivision Plus segera menarik Film Buruan Cium Gue dari peredarannya di seluruh Indonesia.

Film ‘Buruan Cium Gue’ ceritanya berlatar belakan pelajar SMA. Ardi yang walaupun sudah berpacaran selama 2 tahun Desi, pelajar dan penyiar disebuah radio.  Namun Ardi belum pernah mencium bibir kekasihnya itu. Ardi tak mau mencium Desi karena tak mau mengganggu hubunga cinta mereka dengan hal-hal berbau hasrat fisik, apalagi Desi masih pelajar. Ardi menginginkan gaya pacaran yang sehat.

Desi sendiri begitu mendambakan ciuman Ardi, karena sebagaian temannya sudah berciuman dengan pacar mereka. Suatu hari, di saat siaran radio, Desi ditanya pendengar mengenai pengalaman pertama berciuman dengan kekasihnya. Desi berbohong. Kebohongan ini berlanjut, karena Desi mesti tampil di televisi dengan cerita soal ciuman pertama.

Ardi marah besar dengan kebohongan tersebut, apalagi sebelumnya dalam sebuah pesta Desi atas dorongan detamn-temannya berusaha mendapatkan ciuman Ardi.

Meski terkesan biasa, MUI menyatakan bahwa adegan yang terkandung dalam film tersebut ditakutkan dapat memberikan dampak buruk bagi moral masyarakat, uatamnya anak-anak remaja. Akhirnya pihak LSF pun mengeluarkan pembatalan Surat Lulus Sensor yang telah ‘dikantongi’ film Buruan Cium Gue.

 

*Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here