Mbah Ponco Sutiyem, Nenek 95 Tahun Masuk Nominasi Artis Terbaik Festival Film ASEAN

POSFILM.COM – Film berjudul ‘Ziarah’ karya sineas Jogyakarta, sebentar lagi akan tayang di jaringan bioskop 21. Rencananya pada 18 mei 2017.

Selain ceritanya yang menarik, sepanjang film, perhatian kita juga akan tertuju pada akting seorang nenek selaku pemeran utamanya yang bernama Mbah Sri, yang diperankan oleh Ponco Sutiyem.

Ponco Sutiyem adalah seorang nenek berusia 95 tahun, warga kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, Jogyakarta. Aktingnya yang natural, dan ekspresinya mampu mempesona para juri Festival Film ASEAN hingga mbah Ponco Sutiyem ini masuk ke dalam daftar nominasi artis terbaik ASEAN International Film Festival and Award (AIFFA) 2017.

Dalam festival tersebut, Film Ziarah yang merupakan film layar lebar perdana sang sutradara  BW Putra Negara, masuk dalam empat nominasi ASEAN International Film Festival and Award (AIFFA) 2017, yaitu untuk kategori Best Film, Best Screenplay, Best Director, dan Best Actress.

Akting Ponco Sutiyem menarik perhatian dewan juri AIFFA 2017 yang terdiri dari U-Wei bin HJ. Saari (Malaysia), Maxine Williamson (Australia), Siti Kamaluddin (Brunei), Eddie Cahyono (Indonesia), dan Raymon Red (Filipina).

Mbah Ponco akan bersaing dengan nominasi lainnya yakni Ngoc Thanh (Vietnam/’The Way Station’), Subenja Pongkorn (Laos/’Bangkok Nites’), Al-Al Delas Allas (Filipina/’Area’), dan Cut Mini (Indonesia/’Athirah’)

Ponco Sutiyem adalah seorang petani jagung, jadi otomasis dirinya jauh dari mengenal tentang dunia film. Sutradara BW Putra Negara memang sengaja melakukan casting dalam pemilihan pemeran, agar lebih otentik. Pertimbangan yang utama adalah pada otentisitas. Yang diutamakan bukanlah pengalaman akting, tetapi pengalaman hidup.

Artikel Terkait :Review Film ZIARAH: Kemampuan Seorang BW Putra Negara Mengendalikan Keinginan dan Kebutuhan

Dicarilah orang-orang yang benar-benar pernah mengalami masa perang. Tim dari film Ziarah berkeliling ke desa-desa untuk mencari orang-orang lansia yang memungkinkan untuk berakting. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dengan mbah Ponco Sutiyem.

Mbah Ponco ini pada masa agresi militer Belanda ke II, suaminya ditangkap oleh Belanda. Pada waktu itu mbah Ponco berhasil melarikan diri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pengalaman mbah Ponco ini pun oleh sang sutradara dimasukan sebagai bagian dari cerita film Ziarah. Sehingga film Ziarah ini menjadi semakin terasa dengan dengan keadaan dan kenyataan sebenarnya.

Mbah Ponco berperan sebagai Mbah Sri, seorang nenek yang beberbekal sedikit informasi bertekad mencari makam suaminya, yang turut berperang pada agresi militer Belanda kedua. Keinginan mbah Sri sederhana saja, dirinya ingin dimakamkan di samping makam suaminya.

Bagaimana kisah mbah Sri dan bagaimana akting mbah Ponco, dapat disaksikan saat film Ziarah ditayangkan di bioskop pada 18 Mei 2017.[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *