Kreasi Hebat SMK Musik Percik Tampilkan ‘Bangor’ Tema Konser Kelas 2017

0
136

Genre adalah cara untuk mengkategorikan musik. Tapi itu tidak harus mendefinisikan Anda. Ini tidak harus membatasi Anda (Taylor Swift, Penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat, 1989-skrg)

POSFILM.COM – Penulis sengaja menggunakan quotes Taylor Swift untuk mendeskripsikan bagaimana anak-anak muda dari SMK Musik Percik (Perguruan Cikini), Jalan Duren Tiga Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, seakan tak ingin terpaku pada satu dua genre musik, mereka terus mengeksplore kemampuan bermusiknya.

Adi Putra, S.Pd selaku kepala sekolah SMK Percik, membimbing dan mendukung para jiwa muda ini agar kelak menjadi pemusik-pemusik handal Indonesia. Bentuk nyatanya adalah dengan mendukung gelaran konser kelas yang merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh siswa SMK Musik Percik, yang di tahun 2017 ini bertemakan ‘BANGOR’ (Betawi Gambang Kromong Orkestra).

Konser BANGOR merupakan kolaborasi musik orkestra dan gambang kromong musik seni Betawi.

“Gambang Kromong adalah salah satu unsur kebudayaan cirri khas kesenian Betawi. Konser kali ini, siswa SMK Musik Percik mengkolanorasikan dengan musik orchestra klasik,” jelas Adi Putra, ketika diwawancara posfilm dan porojakarta, sesaat sebelum acara konser dimulai, Minggu (19/11/2017).

Tidaklah mudah mengenalkan musik tradisonal pada anak-anak muda ini. Juga tidaklah mudah mengajarkan Gambang Kromong. Oleh karenanya, untuk menunjukkan keseriusan walaupun hanya konser kelas, mereka menggunakan musisi gambang kromong sebagai guru.

“Awalnya kesulitan untuk mengenalkan musik gambang kromong, namun setelah mereka tahu dan berlatih, semua menjadi lancar. Karena pada dasarnya semua musik adalah sama,” jelas Adi Putra.

“Semoga langkah kecil ini dapat menjadi awal untuk mempersiapkan siswa SMK Musik Percik menjadi pelaku bisnis industri kreatif khususnya di bidang musik, dan juga untuk acara-acara yang lebih besar, bahkan mungkin internasional,” tambah Adi Putra.

Sedangkan Direktur Dikdasmen, Susiyanto menuturkan Konser BANGOR 2017 yang memberikan karya nyata bahwa orkestra SMK Percik mampu berkreasi dan tidak tertinggal dengan waktu.

“Konser BANGOR merupakan kolaborasi ‘apik’ untuk setiap hati yang bertumbuh, musik mengiring disetiap pergerakan dan perubahan kehidupan kita, sehingga harmonis, bijak dan produktif,” ujar Susiyanto.

Mewakili orang tua murid, Steven Setiabudi Musa dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan mengapresiasi siswa SMK Musik Percik membawakan musik Betawi dan lagu-lagu karya Benyamin S.

“Saya pencinta lagu-lagu Benyamin S, dan senang bila anak-anak muda, atau istilah anak zaman know mau mengenal dan membawakan musik etnis Betawi, sehingga seni musik Betawi tetap bertahan,” ujar Steven S Musa yang juga anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Konser BANGOR yang disupport oleh posfilm.com, porosjakarta.com, Yayasan Bina Vokalia Pranadjaya, dan Bens Radio menampilkan perpaduan aneka genre musik yang kesemuanya mengiringi lagu-lagu karya H.Benyamin Sueb. Dalam penampilan sepanjang 150 menit, total ada 11 buah lagu, baik yang dibawakan secara instrumental maupun musik dan nyanyi.

Lagu-lagu yang dibawakan diantaranya Kembang Jatoh, Nonton Bioskop, Ondel-Ondel, Hujan Gerimis, Kecoak Nungging, Kecil-Kecil Kunyit dan Kompor Meleduk.

Konser yang dimulai tepat pukul 18.30 WIB itu digelar secara sederhana di lapangan basket SMK Percik. Dalam penyajian dekorasi set panggung memang masih terasa dibutuhkan lagi kreativitas. Karena konser musik bukan sekedar menyajikan musik, konser musik memadukan pula tata panggung, tata suara, tata cahaya, juga wardrobe. Dan hal ini harus pula mulai dibiasakan pada mereka yang masih muda, yang secara serius sudah memilih musik sebagai langkah awal kehidupan mereka.

Secara penyajian musiknya, untuk usia muda mereka patut diapresiasi. Arransemennya cukup beragam. Bahkan beberapa lagu dibuat cukup menghentak dengan iringan kolaborasi gambang kromong dan orkestra.

Selamat buat SMK Musik Percik, dan teruslah berkreasi.

*Musik adalah hukum moral. Ini memberi jiwa ke alam semesta, sayap untuk pikiran, terbang ke imajinasi, dan pesona dan kecerian dan untuk semuanya. (Plato, Filsuf dari Yunani, 427 SM – 347 SM) .[]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here