Hanung Bramantyo: Impian itu Jadi Nyata, Sutradarai ‘Bumi Manusia’

0
7

POSFILM.COM – Menggarap film yang diadaptasi dari novel terkenal merupakan impian setiap sutradara. Impian itu menjadi nyata bagi Hanung Bramantyo yang didapuk untuk menggarap film berjudul ‘Bumi Manusia’, yang diadaptasi dari novel tetralogi berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer, yang diterbitkan tahun 1980.

Hanung menceritakan sejak duduk di bangku kuliah sudah mengimpikan bisa menggarap novel tersebut ke layar lebar. Dirinya sudah sudah jatuh cinta dengan buku yang ditulis karya Pramoedya Ananta Toer saat masih mendekam di Pulau Buru, namun sayang keinginannya memfilmkan novel yang hingga kini sudah diterjemahkan dalam 32 bahasa itu ditolak mentah-mentah oleh sang penulis.

“Semuanya berawal dari mimpi, Bumi Manusia juga berawal dari mimpi. pada saat saya pertama kali baca buku itu, kira-kira SMA, dan kemudian saya lanjut baca lagi di kuliah, saya dua kali membaca itu pada waktu itu. Kemudian saya bermimpi pengin memfilmkan, karena saya waktu itu sudah kuliah di IKJ,” cerita Hanung

Hanung melanjutkan ceritanya,masih sebagai mahasiswa IKJ ia datang ke tempat Pak Pram. “Saya bilang ke Pak Pram, saya mau memfilmkan novel itu. Pak Pram malah ketawa, melihat mahasiswa yang lugu gini, kemudian dia bilang, ‘Bumi Manusia sudah ditawar sama Hollywood, jadi mohon maaf. Bukan saya enggak mendukung mahasiswa, tapi saya hidup dari sastra, dari penulisan, karena itu makanya saya berhitung di sini’ Dia bilang begitu.”

Hanung tidak kecewa. Kini dirinya bertekad harus mewujudkan mimpinya sekaligus membuktikan kepada Pramoedya Ananta Toer bahwa ia memang mampu menggarapnya ke dalam sebuah film.

Pembuktian Hanung pun harus diwujudkan kepada para pecinta novel sastra tersebut yang memang sudah menantikan ‘Bumi Manusia’ diangkat ke layar lebar. Penggarapan film ini pun sangat didukung oleh keluarga dari Pramoedya Ananta Toer.

“Impian bisa saja kandas, saya tidak tahu kenapa saya tidak pernah berhenti berobsesi membuat film Bumi Manusia. Karena menurut saya itu novel yang masterpiece luar biasa, akhirnya kemudian saat saya main ke Falcon, tiba-tiba ditawarin untuk menggarap Bumi Manusia. Ya siapa sih yang enggak mau? Buat saya itu mimpi jadi kenyataan,” lanjut cerita Hanung.

Impian Jadi Nyata, Hanung Bramantyo, sejak masih kuliah di IKJ telah berkeinginan menggarap ‘Bumi Manusia’ ke layar lebar.

Hanung memang serius mewujudkan mimpinya itu.  Demi film ini, Hanung membangun sebuah studio besar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, hasil kerjasama dengan lurah dan masyarakat Dusun Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Sleman, Yogyakarta.

Bumi Manusia ceritanya bersetting jaman Kolonial Belanda tahun 1908, dan untuk terwujudnya setting tersebut sama seperti yang tertulis dalam bukunya, Hanung juga mendatangkan langsung beberapa pemain-pemain dari Belanda.

“Ini film saya melibatkan banyak pemain Belanda. Asli dari Belanda, dan benar-benar mengadakan casting di Belanda. Hampir 60 persen pemain dari Belanda akan melakukan dialog dengan bahasa Belanda, Melayu dan Jawa,” ungkap Hanung.

Film Bumi Manusia akan menampilkan Iqbaal Ramadhan sebagai pemeran utamanya yang akan memerankan tokoh Minke.

Film ‘Bumi Manusia’ diproduksi oleh Falcon Pictures ini ceritanya berlatar zaman kolonial Belanda, tahun 1908, tentang kisah romantis seorang pribumi bernama Minke yang jatuh cinta kepada Annelies (diperankan oleh Mawar De Jongh), anak blasteran seorang Belanda dengan nyai bernama Nyai Ontosoroh (diperankan oleh Ine Febriane). []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here