Film ‘YoWis Ben 2’, Merantau ke Bandung Gagal Cita Mendapat Cinta

YOWISBEN 2_foto Didang_PF

POSFILM.COM Sukses pada penayangan film YoWis Ben, Kharisma Starvision Plus, dipimpin Chand Parwez Servia, memproduksi film YoWis Ben 2.  Jika film YosWis Ben terdahulu lokasi syuting dan cerita pemuda dari suku Jawa di Malang, Jawa Timur dan sekitarnya, kali yang kedua ini pergi merantau ke tanah Pasundan, tepat di kota Bandung.

Kelompok musik yang diberi nama YoWis Ben ingin lebih maju lagi, tidak hanya berkutat di Malang dan bermain di panti-panti sosial dan tempat hiburan yang kurang bergengsi. Impian mereka sepertinya akan terwujud dengan kehadiran Jim yang mengaku sebagai agensi artis dan promotor band ternama.

Cak Jon yang selama ini memanajeri mereka kecewa dan sedih. Karena Bayu, Doni, Nando dan Yayan memisahkan diri, terbujuk oleh rayuan Jim dan membawa mereka ke Bandung.

Tiba di Bandung, dengan sengaja penulis cerita “menabrakkan” dua bahasa; Jawa dan Sunda. Dari sinilah kelucuan mulai muncul dan penonton tertawa menggelegar membuat bioskop gaduh.

Bukan saja dari dialog kelucuan itu datang, tetapi juga dari adegan di mana tempat tinggal yang dijanjikan Jim tadinya apartemen, ternyata di rumah kontrakan sederhana, lokasi di belakang gedung apartemen.

Adegan dialog para jagoan tengik yang mendatangi mereka, protes, karena berisik dengan suara latihan musik anak-anak YoWis Ben.

Setelah tertipu oleh Jim, mereka berempat kembali ke Malang. Meski tidak mencapai cita-cita, Bayu yang sedang patah hati karena ditinggal Susan sekolah keluar negeri, mendapatkan pelipur cintanya dari mojang Bandung, bernama Asih. Di ujung cerita, Asih melaksanakan niatnya kuliah di Malang. Bayu pulang membawa Asih.

Film YoWis Ben 2 ini membuat kejutan dari para pemainnya. Kehadiran Jim diperankan Timo Scheunemann. Kita mengenal sosok Timo sebagai sosok yang selama ini berkecimpung di dunia sepak bola.

Pernah melatih Persema, Malang dan timnas muda PSSI. Keluarga Scheunemann, puluhan tahun tinggal di, Malang, JawaTimur. Tak heran bila fasih berbahasa Jawa, bahkan keluarga bule ini sempat viral di medsos karena kemampuannya berbahasa Jawa.

Sosok yang lain dihadirkan oleh Chand Parwez Servia, selaku produser film, peran pelayan di warung kopi bersetting di Bandung. Anda mau tahu pelayan pria yang punya tampang cakep juga : Gibran Rakabuming!

Putra  sulung Presiden Joko Widodo itu ‘dipaksa”  berbahasa Sunda, dan dengan baik akting di depan kamera, meski hanya sebagai cameo. Dan kehadiran Siti Badriah penyanyi dangdut membawakan lagu ‘Lagi Syantik’, cukup memberi tekanan mempermanis film ini.

Untuk masyarakat penonton film nasional, kiranya bisa terhibur dengan film YoWis Ben 2. Dari awal hingga akhir penulis skenario mencoba menampilkan banyak dialog verbal. Hanya sedikit menampilkan wajah Malang dan Bandung. Lokasi indoor lebih banyak ini agak mengurangi mata melihat keindahan panorama.

Satu lagi yang agak sedikit ‘mengganggu’ banyaknya dialog antar pemain pada awal-awal film, hingga seperempat waktu dari durasi tayang. Kurang mematangkan kelucuan yang timbul dari dialog tersebut. Membuat film ini terkesan ‘cerewet’ dan itu kurang berkenan.

Secara keseluruhan film YoWis Ben 2 ini cukup menghibur, dan memberi warna di layar film nasional. Ceritanya linear, sebab akibat tak begitu berat, namanya juga film komedi. Dan, yang pasti Chand Parwez selalu menyuguhkan kejutan, yang membuat anda tertawa sambil mengumpat bahagia.  [PF/ Didang P. Sasmita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *