Film WAGE, Biopic Riwayat Pemuda si Pencipta Lagu Indonesia Raya

0
130

POSFILM.COM – Pemuda dan penggubah lagu Indonesia Raya itu bernama Wage, atau lebih ngetop dengan nama lengkap Wage Rudolf Supratman. Pengetahuan masyarakat tentang sosok pemuda tempo dulu satu ini hanya mengenalnya sebagai pejuang kemerdekaan dan penggubah lagu.

Karya dan gubahannya pertama kali berkumandang bersamaan dengan ikrar Soempah Pemoeda pada 28 Oktober 1928. Hanya itu yang bisa dikenang. Untuk mengetahui sosoknya, literur yang ada sangat terbatas kalau pun tidak mau dibilang langka.

Berangkat dari kesadaran akan hal inilah maka sineas John De Rantau dan timnya sampai pada tekat bulat untuk membuat biopic bertajuk WAGE.

John De Rantau (47), sineas kelahiran Padang, sudah angkat nama di blantika perfilman lewat karya-karyanya; Mencari Madonna (2004), Denias, Senandung di Atas Awan (2006), Obama Anak Menteng (2010), dan Semesta Mendukung (2011).

Setelah rehat nyaris tujuh tahun lamanya, baru sekarang John berkiprah kembali. Hakekatnya persiapan penggarapan WAGE dimulai sejak dua tahun  lalu, berlanjut dengan syuting hampir secara diam-diam selama tiga bulan di lokasi kota tua Semarang, Jogjakarta, Magelang, dan Solo.

“Kami tidak ingin gembar-gembor tanpa bukti, baru sekarang setelah film rampung, kami mulai berpromosi,” ucap produser Andy Shafik.

Lewat film diungkapkan riwayat hidup sang penggubah lagu kebangsaan yang belum banyak diketahui masyarakat secara runtut, cermat, dan jelas, diimbangi  mutu  estetika berkelas dalam durasi 110 menit.

“Aku harus ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini dengan lagu dan biolaku. Untuk itu, aku pun harus terlibat langsung dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini,” demikian semangat membara seorang WAGE, laki-laki kelahiran Somongari, Purworejo, Jawa Tengah, 19 Maret 1903.

Somongari tidak lain adalah desa yang diyakini dibuka oleh sisa-sisa laskar pasukan Pangeran Diponegoro, perdikan yang masih terus mengobarkan semangat perlawanan terhadap penindasan penjajah Belanda.

Darah pejuang itu bisa jadi memberi semangat bagi WAGE  ketika memutuskan meninggalkan segala kemewahan yang dimilikinya di Makassar dan kembali ke Jawa.

Semangat membara itu mengantar WAGE melibatkan diri secara langsung dalam pergerakan kemerdekaan di Jawa, menjadi wartawan  yang menyuarakan penderitaan rakyat kecil, memasuki ruang-ruang rapat organisasi pemuda, terlibat arena pergerakan kebangsaan, dan terutama menggubah lagu-lagu perjuangan untuk menggelorakan semangat perlawanan rakyat.

Dari Barat sampai ke Timur, Indonesia Wahai Ibuku, Di Timur Matahari, dan R.A.Kartini adalah sebagian di antara lagu-lagu perjuangan gubahannya. Dan puncak segala karyanya, lagu kebangsaan Indonesia Raya.

WAGE akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan kabinet menteri-menterinya dalam gala preview khusus di Djakarta Theatre XXI pada tanggal 25 Oktober 2017.Sedangkan untuk press screening dirancang pada tanggal 28 Oktober di Metropole XXI.

Lantas akan ditayangkan untuk umum secara serentak di ratusan layar bioskop tanah air, mulai  Kamis, 9 November 2017, untuk menyambut Hari Pahlawan. Inilah sebuah film yang patut disaksikan berduyun-duyun oleh seluruh anak bangsa dan keluarga Indonesia.

Hargai perjuangan para pahlawan, hargai karya anak bangsa… jangan mudah ‘menilai rendah’ karya anak bangsa sebelum menyaksikannya. [PF /Didang P Sasmita]

Produksi      : OPSHID MEDIA UNTUK INDONESIA

Pemain : Rendra Bagus Pamungkas, Teuku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Woulter  Zweers, Putri Ayudya, Ricky Malau, Fery Sopyan, Pandoyo, Kedung de Romansa, Banon Gautama, Roy Santoso, Oim Ibrahim. Eky Lamoh, Eko Pertel, Peter van Luijk, Bra Makahekum, Koirul Ilyas Aryatama, Nio Soeprapto

Executive Produser          : M.Subchi Azal Tsani

Co. Executive Produser : Sheika Amenia Basalama,  Deny Nugroho, Rizki Hikmawan, R. Ivan Nugroho

Produser                          : Andy Shafik

Co.Produser                    : R. Nio Soeprapto

Produser & Sutradara   : John De Rantau

Skenario                           : Fredy Aryanto, Gunawan Bs

Director Of Photography    : Hani Pradigya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here