Film “Turah” Terbang ke Ajang Oscar 2018

0
56

POSFILM.COM – Film ‘Turah‘ akan dikirim ke ajang 90th Academy Awards atau Oscar yang akan digelar tahun depan. Film tersebut diharapkan dapat bersaing untuk mendapatkan penghargaan Oscar di kategori Best Foreign Language Film atau Film Berbahasa Asing Terbaik.

Turah‘, film yang digarap oleh produser Ifa Isfansyah ini, dipilih berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh komite seleksi Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI). Aktor senior Christine Hakim yang ditunjuk sebagai ketua komite seleksi ini menyampaikan kabar tersebut.

“Komite seleksi menetapkan bahwa film produksi Empat Warna Media (Fourcolours Film) berjudul Turah, terpilih sebagai film pilihan komite seleksi Indonesia untuk penghargaan Oscar 2018 kategori film bahasa asing. Demikian keputusan ini tetap dan tidak dapat diganggu gugat,” kata komite Christine Hakim dalam jumpa pers di XXI Plaza Indonesia Jakarta, Selasa (19/9).

Setelah komite seleksi mengirim ‘Turah‘ ke panitia penyelenggara Oscar, film tersebut akan kembali mengikuti seleksi dengan film asing lainnya yang di kategori tersebut.

Adapun kurang lebih 130 film akan melalui proses seleksi oleh 13 anggota komite seleksi. ‘Turah’ termasuk di dalamnya.

Film TURAH akan menjadi wakil Indonesia di ajang Oscar 2018

Christine menegaskan bahwa pemilihan film karya sutradara Wicaksono Wisnu Legowo ke ajang Oscar bukanlah ajang kompetisi untuk mencari yang terbaik. Tapi, film ‘Turah‘ dirasa paling sesuai untuk diikutkan ke Oscar tahun depan.

“Dalam hal ini kami enggak bicara yang lebih baik dan buruk, tapi lebih sesuai,” imbuhnya.

Komite seleksi pun tidak berkenan untuk menyebutkan 130-an film yang ikut diseleksi bersama dengan ‘Turah’. “Karena kami enggak mau sampai nanti ada kesalahpahaman seakan-akan yang kita pilih lebih baik dari yang lain. Kami memilih yang sekiranya sesuai dengan Oscar,” jelas pemain film ‘Pendekar Tongkat Emas’ itu.

Baca Juga: Sinopsis Film TURAH : Realita Sosial Kehidupan Masyarakat Kelas Bawah

Film ‘Turah‘ diperankan oleh Ubadaillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Narti Diono, Firman Hadi, dan Bontot Sukandar. Film ‘Turah’ juga menjadi film pertama Wisnu sebagai sutradara. Sebelumnya, Wisnu menjadi asisten sutradara untuk film ‘Rumah dan Musim Hujan’ (2012), ‘Sang Penari’ (2011), dan ‘3 Doa 3 Cinta’ (2008). [PF/Didang P. Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here