Berkarya dengan Jujur , Isyana Sarasvati Rilis Album Kedua ‘Paradox’

0
11

POSFILM.COM – Sosok Isyana Sarasvati menjadi Primadona di pentas musik Indonesia. Wajah ayu dan suaranya yang khas menjadikan penyanyi kelahiran Bandung 2 Mei 1993 digandrungi pendengar musik Indonesia, khususnya anak-anak muda.

Gadis yang mengenyam pendidikan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris tersebut sejak kecil memang telah dikenalkan pada alat-alat musik, seperti piano dan saksofon oleh kedua orang tuanya Sapta Dwikardana – Luana Marpanda. Bukan hal yang ganjil ketika mengeluarkan album perdana bertajuk Explore! pada tahun 2015, nama Isyana Sarasvati langsung melejit di pentas musik Indonesia.

Sukses di album perdana, Isyana merilis album kedua berjudul Paradox ke publik, Jumat, (1/9/2017).  Sejak sekitar sepekan lalu Isyana mengunggah sejumlah video yang menjelaskan tentang Paradox. Mulai dari makna di balik judul hingga lagu favoritnya di album ini.

Isyana Sarasvati menyebut lagu berjudul Winter Song sebagai track yang paling ia suka. Menurutnya lagu ini memuat makna khusus tentang persahabatan yang ia rasakan.

Winter Song ini adalah salah satu lagu di album aku yang sejujurnya adalah favorit aku. Kenapa, karena di sini aku bener-bener ada di tingkat loneliness paling tinggi, tapi tiba-tiba ngerasa sangat bahagia bersama teman-teman aku, teriangat saat liburan bersama,” ungkap Isyana Sarasvati.

Winter Song dan beberapa lagu lainnya dibuat Isyana saat musim dingin di Swedia. Untuk single andalan, solois yang juga penyanyi opera ini memilih lagu berjudul Terpesona.

Pelantun Kau Adalah ini tentu memiliki harapan untuk musisi di seluruh Indonesia. Ia mengatakan untuk jangan takut berkarya, menjadi diri sendiri, dan jujur dalam berkarya.

“Harapan untuk musisi seluruh Indonesia jangan takut untuk berkarya, yang kedua berkaryalah dengan jujur, jadi diri kalian sendiri,” tutur Isyana yang pernah berakting dalam film Ranah 3 Warna, dua tahun lalu.

Bukan tanpa alasan Isyana menyatakan demikian. Karena baginya, musik tidak dapat dilihat dengan angka. Musik berbicara masalah selera dan kreativitas tidak pernah ada batasan.

“Karena menurut aku musik itu tidak bisa dilihat dengan angka tapi musik itu selera dan musik itu bebas, kreativitas itu tidak ada batasnya. Jadi jangan pernah takut untuk berkarya,” pungkasnya.  [PF /Didang P.Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here