Algyle, Kesukaannya dengan Jazz Menembus Batas Usia

0
20

POSFILM.COM – Remaja seusia Algyle, 20 tahun, jarang sekali yang menyukai muik serius semacam jazz. Namun, Algyle yang kini terdaftar sebagai mahasiswa semester 4 jurusan management di Universitas Pelita Harapan ini, terus menggeluti dunia musik yang sudah lama ia gandrungi.

Awalnya ia hanya suka bermusik dan menyanyi buat diri sendiri. Kemudian mendapat tantangan dari orangtuanya untuk mengembangkan hobinya itu menjadi karir dalam hidupnya.

”Merasa didorong orang tua dan tertantang, akhirnya saya terjun menjadi musisi sekaligus penyanyi profesional,” ungkap Algyle saat ditemui launching single yang bertajuk Pesona, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru baru ini.

Bagi musisi muda yang piawai memainkan alat musik piano, gitar dan saxsophone, single Pesona, ini merupakan singlenya yang kedua. Pada bulan Mei lalu Algyle sempat meluncurkan single perdana berjudul Memori Tak Berarti.

Lagu Pesona lekat dengan warna musik jazz, pop, dan dengan sentuhan oerchestra. ”Lirik dan musiknya ringan saja, agar mudah diresapi oleh pecinta musik di tanah air. Sesuai dengan usia saya, remaja. Tapi, musiknya ya menembus batas usia lah. Gak tua banget sih,” kata Algyle mengembangkan senyum.

Kreatifitas menggali potensi selagi muda tanpa melalaikan tugas utamanya, yaitu belajar. ”Saya bermusik serius, tetapi priritas utama ya, belajar ilmu pengetahuan,”ujar Algyle anak pertama dari keluarga Irfan Triswana dan Tanti Ayha, yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan manajemen.

Penyuka musisi  John Mayer,  Jacob Collier dan John Williams ini, bersepakat dengan dirinya menjadikan musik sebagai jalur hidupnya.

”Karena selain suka menyanyi dan bermusik dipentas, aku juga sedang mendalami scoring musik untuk film,”dia mengungkapkan cita citanya.

Musik dan lirik adalah sebuah dramatisasi, ada cerita dan alurnya, ada konflik dan endingnya. ”Aku selalu begitu kalau membuat lagu. Liriknya dulu, baru musik. Liriknya aku buat seperti sebuah cerita utuh yang aku ringkas,” ungkap Algyle yang menemukan ide dari berbagai sumber inspirasi.

”Kadang dari buku, dari teman atau ceritaku sendiri,” tegasnya. [PF /Didang P.Sasmita]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here