Uang Panai (2016), Film Komedi karya Sineas Makassar, Ceritanya Lebih Seru dari Filmnya Raditya dan Warkop Reborn

Uang Panai-Lebih Seru dari film Raditya-HL-PF

 

POSFILM.COM – Indonesia merupakan negara besar dengan beragam suku dan budaya, yang bila diolah dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya seni termasuk karya sebuah film layar lebar.

Hal inilah yang jeli dimanfaatkan oleh sebagian kecil sineas-sineas di Indonesia, Salah satunya adalah rumah produksi Makkita Cinema Production, yang mengangkat fenomena uang mahar yang terjadi di Bugis, Makassar, ke layar lebar dengan judul ‘Uang Panai’.

Sudah pasti, cerita yang diangkat berdasarkan budaya suatu daerah atau setidaknya dengan background budaya suatu daerah akan lebih enak dinikmati sebagai tontonan karya film. Ketimbang rekaan-rekaan yang asal diplesetkan menjadi komedi.

Soal sukses atau tidaknya, itu menjadi urusan lain, ada factor lain yang harus dikerjakan untuk membuat film itu menjadi sukses (ditonton banyak orang). Boleh dikatakan, kesusksesan sebuah film, tidak 90 persen dipengaruhi oleh cerita film tersebut.

Film uang Panai berdasar tradisi Bugis Makassar, uang panai adalah sejumlah uang yang diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita di luar uang mahar. Uang itu digunakan untuk keperluan mengadakan pesta dan belanja pernikahan. Jumlahnya disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga.

Uang panai sering menjadi momok, karena jumlahnya seringkali fantastis. Pertengahan Agustus 2015 lalu, publik heboh dengan kisah cinta Risna dan Rais, yang sudah menjalin kisah cinta selama tujuh tahun. Saat ingin melamar sang pujaan hati, Rais tak mampu memenuhi jumlah angka uang panai yang disebutkan keluarga Risna. Akhirnya Rais berlabuh dengan wanita lain.

Tradisi uang panai ala Bugis pun menuai pro-kontra antara berbagai pihak lantaran diperdebatkan sebagai pendukung atau penghambat pernikahan.

Fenomena uang panai oleh Makkita Cinema Production diangkat ke layar lebar. Film bergenre komedi romantis itu akan tayang bulan Juli 2016 usai Lebaran, di sejumlah bioskop di tanah air.

Film Uang Panai akan diperankan komedian lokal ternama Tuming dan Abu. Disamping itu juga ada aktor dan aktris ibukota Katon Bagaskara dan Jane Shalimar.

Secara singkat sinopsis film Uang Panai adalah kisah pemuda bernama Anca yang memperjuangkan cintanya dengan penuh keikhlasan, kepada wanita pujaannya bernama Risna. Sayangnya aturan adat istiadat suku Bugis Makassar, mengharuskan Anca membayar uang panaik sebesar Rp 100 juta saat ingin melamar pacarnya tersebut. Dari sinilah muncul konflik, yang disisipi unsur komedi.

 

Baca Juga : Sinopsis film Uang Panai-Ketika Cinta Terbentur Uang Mahar

 

Musikus kawakan Katon Bagaskara memilih jadi barista dalam film Uang Panai atau uang mahar produksi sineas muda Makassar yang tergabung dalam Makkita Cinema Production

Pentolan KLa Project itu tertarik bermain di film itu karena tertarik dengan cerita daerah yang diangkat. Menurut Katon, uang panai sudah menjadi cerita legenda serta tradisi masyarakat Sulawesi Selatan. []

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *