‘Tears of Ghost’ Karya Natasha Dematra Raih 5 Nominasi Festival Film di London

tears-of-ghost-natasha-dematra-hl-pf-2017

POSFILM.COM – Karya sineas Indonesia semakin diperhitungkan dan menarik perhatian para juri festival film internasional. Bahkan seorang remaja putri Indonesia yang masih ‘abg’, belum genap berusia 20 tahun berhasil turut mengharumkan nama Indonesia di kancah festival film internasional.

‘Tears of Ghost’ film bergenre psikologi thriller karya Natasha Dematra, sutrada wanita muda yang masih berusia 18 tahun, sukses meraih 5 nominasi dalam ajang International Filmmaker Festival of World Cinema London.

Kelima nominasi yang diraih film ‘Tears of Ghost’ adalah untuk kategori Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktris Pembantu Terbaik (untuk Pagitha Ross), Skenario Terbaik (untuk Damien Dematra), Penata Kostum Terbaik (untuk Natasha dan Natalia Senduk).

Dalam pers release yang diterima posfilm, Carl Tooney, Direktur dari festgival tersebut mengatakan, “Film ‘Tears of Ghost’ mendapat 5 nominasi karena film ini menunjukan kualitas yang luar biasa dalam banyak segi sehingga patut bersanding melawan 7 film lainnya untuk memperebutkan gelar Film Terbaik.”

Festival International Filmmaker Festival of World Cinema London telah berlangsung sejak tahun 2016. Festival ini awalnya dikenal dengan nama London International Film Festival. Rencananya Festival ini akan dibuka pada 11 Februari 2017 dan ditutup pada 18 Februari 2017, dengan malam penghargaan red carpet akan digelar di Hotel Crown Plaza, London.

tears-of-ghost-posterTentu saja suatu kebanggaan bagi Natasha dan para pemain serta seluruh pendukung film ‘Tears of Ghost’, karena dalam acara festival ini, film ‘Tears of Ghost, akan diputar bersama film-film nominasi lainnya, yang akan dihadiri para sineas, distributor, buyer dan produser terkenal dari seluruh dunia.

Namun, Natasha Dematra menuturkan bahwa kemungkinan besar dirinya tiddak bisa hadir dalam acara tersebut.

“Kemungkinan besar saya akan meminta perwakilan Indonesia di London datang untuk mewakili saya dalam acara tersebut,” ucap Natasaha, dalam acara jumpa pers di Hotel Grand Cempaka, Jumat (6/1/2017).

Natasaha Dematra merupaka sutradara termuda dan merupakan satu-satunya sutradara wanita yang masuk daftar nominasi Sutradara Terbaik tahun ini.

“Melihat nominator lainnya yang sudah jauh lebih berpengalaman dari saya, saya sangat bangga dengan nominasi ini. Namun ini merupakan bukti bahwa karya anak bangsa dapat diperhitungkan dengan film-film kelas dunia lainnya,” ujar Natasha, pemegang rekor MURI  dan Royal World Record sebagai sutradara perempuan termuda di dunia.

tears-of-ghost-natasha-dematra-ke-2-dari-kiri
Suasana konferensi pers film Tears of Ghost karya Natasha Dematra (ke dua dari kiri)/foto:dok

Natasha dalam jumpa pers, mengakui dalam pembuatan film ‘Tears of Ghost’ memang dipersiapkan untuk mengikuti berbagai festival film international. Itu sebab film ‘Tears of Ghost’ telah meraih beberapa penghargaan internasional dalam rentetan keikutsertaannya festival film di Eropa dan Amerika.

Satu hal yang pasti, kesuksesan yang diraih Natasha Dematra lewat filmnya berjudul ‘Tears of Ghost’ telah mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilmanan Indonesia. Kedepannya, keberhasilan ini bukan semata menjadi tantangan bagi Natasha dalam membuat karya-karya film selanjutnya, naum juga tantangan bagi seluruh sineas Indonesia tanpa melihat latas belakang ‘gender’, usia,  pengalaman, pendidikan formal perfilman, dan hal-hal lainnya yang dijadikan alasan mematahkan semangat berkreativitas.

Selamat buat Natasha Dematra…. Selamat untuk ‘Tears of Ghost’ !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *