Surga Menanti : Keluarga, Agama & Cinta Seorang Hafizh Quran

SURGA MENANTI-pf-2016

Sutradara : Hasto Broto

Pemain : Agus Kuncoro, Umi Pipiek Dian Irawati, Dela Puspita, Syakir Daulay, Syekh Ali Jaber

Jenis Film : Drama Religi

Durasi : 102 menit

 

POSFILM.COM – Rumah produksi Khanza Film mempersembahkan sebuah film menyambut bulan suci Ramadhan bertajuk “Surga Menanti.”

Film ini dibuka dengan adegan 2 pasang suami istri yang tengah menanti kelahiran anak mereka. Keriuhan menjelang kelahiran berpadu dengan kepanikan dua pasang suami istri dalam menyambut kedatangan anak pertama mereka.

 

Sinopsis

 

Adalah seorang remaja putra, Dafa (Syakir Daulay) yang bercita-cita menjadi seorang Hafizh Quran. Sayang, cobaan berat datang menghampirinya. Sang ibu tercinta, Humaira (Umi Pipiek Dian Irawati) divonis menderita leukimia. Dengan berat hati, Dafa yang sempat menuntut ilmu di pesantren pun kembali ke rumah untuk merawat sang ibu, seperti permintaan Ayahnya, Yusuf (Agus Kuncoro).

Lantas, bagaimanakah akhir kisah Dafa? Sanggupkah ia menggapai mimpinya? Atau justru harus mendapati kenyataan bahwa Hafizh Quran bukanlah jalan hidupnya?

 

Plus Minus

 

Secara keseluruhan film drama religi ini berkisah tentang cinta, keluarga dan agama. Sisi cinta ditampakkan dari keluarga kecil Dafa yang saling mengasihi dan mendukung satu sama lain. Sedangkan, konflik batin Dafa dalam membuat pilihan antara mengikuti mimpinya atau merawat sang bunda menjadi suguhan sisi agama yang cukup signifikan.

Membawa konflik yang ringan dan cenderung mudah ditebak tidaklah mudah. Pasalnya, film ini bisa jadi menjemukkan atau sebaliknya. Tangan dingin sutradara beserta tim dibalik film jadi taruhannya.

Di awal kisah saja, meski beberapa kali dibuka dengan pengadegan jenaka, namun harus diakui film ini tak sanggup menarik minat penonton untuk setia menikmati di awal.

Selain itu, ada sebuah adegan berbahasa daerah yang tidak disertai subtitle ini membuat film ini kurang ramah pada mereka yang tak memahami bahasa suku tertentu ini.

Untuk pengenalan karakter juga terkesan lamban dan membosankan. Penonton dibiarkan tahu mengenai karakter para tokoh melalui naskah yang terasa kurang kuat.

Apalagi perihal kostum dan dandanan para tokohnya. Sebagai film berbasis religi, rasanya sulit menerima kenyataan seorang ustazah yang digambarkan sholeha, tengah sakit keras dan berasal dari keluarga sederhana, terpampang nyata tengah mengenakan bulu mata palsu dan full make up di dalam rumah.

Yang menjadi penyelamat dalam film ini adalah kehadiran aktor senior, Della Puspita. Terbiasa berlangganan memerankan tokoh antagonis, kali ini ia pun cukup sukses membawakan karakter ibu yang menyebalkan, egois dan sombong.

Sedangkan Agus Kuncoro, boleh dikatakan skenario yang ditulis oleh Dyah Kalsitorini ini tak banyak memberi ruang pada Agus untuk lebih mengeksplorasi dirinya. Hasilnya, Agus Kuncoro tampak tak maksimal seperti lakonnya selama ini. Berpasangan dengan Umi Pipiek membuat Agus Kuncoro tampak sungkan menghadapi istri mendiang Ustadz Jeffri tersebut. Sisi maskulinitas dan wibawa seorang kepala keluarga seorang Agus Kuncoro pun tak muncul.

Meski begitu, kehadiran 2 tokoh ayah dan anak yang menderita kebutaan sejak lahir, meski hanya tampil dalam 3 scene, nyatanya sanggup merepresentasikan sebuah pesan moral teramat kuatnya.

Sebagai pendatang baru, meski beralatar belakang sebagai seorang hafizh quran, nyatanya Syakir Daulay mahir betul memerankan sosok remaja sholeh yang banyak menitikan air mata dalam peran perdananya ini.

Selain itu, berlatar belakang beberapa daerah wisata seperti Yogyakarta, Wonosobo, Cirebon, Banda Aceh serta Beijing, tempat-tempat tersebut agaknya cukup dimanfaatkan sebagai daya tarik tersendiri.

Hebatnya lagi, sebagai sebuah film berlatar belakang Islam, harus diakui film ini dapat dinikmati oleh seluruh penonton secara universal.

Didukung oleh sejumlah nama besar seperti Agus Kuncoro, Astri Ivo, Della Puspita, Umi Pipiek Dian Irawati, Syakir Daulay, M. Syakir Sula, Vivid F. Argarini, serta Roy Turakhen, film garapan Hasto Broto ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juni 2016 mendatang.[]

 

 

Berita Terkait :

Sinopsis Film Surga Menanti

Umi Pipik Tak Paksa Anak Jadi Hafizh Quran

Main Film Umi Pipik Sholat di Dieng

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *