Sonia Selvans: Pengalaman yang Beda Bermain di Film “Lasjkar di Tapal Batas”

Sonia Selvans-PF-1

POSFILM.COM, Jakarta – Tidak ada yang instan dalam meraih sukses. Itulah yang dijalani oleh Sonia Selviana Ansori, dara kelahiran Bandung, 18 September 1996 dalam mewujudkan impiannya menjadi artis seni peran.

Siap mengikuti casting, professional dalam bekerja begitulah Sonia menunjukan semangatnya. Awalnya mojang Bandung yang akrab di sapa Sonia Selvans ini adalah atlet bola volley. Kemuadian coba-coba berkarir di dunia model, berlanjut  hingga berkating di iklan tvm sinetron dan layar lebar.

“Dunia hiburan termasuk film dan sinetron memang dipenuhi oleh pendatang-pendatang baru, yang hampir semuanya mempunyai impian yang sama, dapat memiliki kesempatan, meraih sukses dan tenar,” ujar Sonia yang juga tampil dalam sinetron Preman Pensiun pada POSFILM.COM , Senin (13/6/2016).

Kesempatan itu yang diperoleh dan dipergunakan sebaiknya oleh Sonia. Terpilih bermain dalam layar lebar pertamanya berjudul “Lasjkar di Tapal Batas”.

“Awalnya aku ikut casting di Bandung, dan masuk, sampai akhirnya terpilih ke Jakarta,” ungkapnya. “Jalani saja, tekuni dan terus belajar, sukses akan datang kelak,” tambahnya.

Dalam film yang bergenre drama sejarah itu Sonia kedapatan peran sebagai Kokom yang suka pada Tidjan.

Film Lasjkar di Tapal Batas adalah sebuah film sejarah perjuangan berdasarkan kisah nyata. Film ini merupakan film yang mengangkat kisah tentang pahlawan asal Bogor, bernama Tidjan. Cerita akan mengambil latar selama Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948.

Bagi dara pemilik tinggi 170 cm ini tentu bermain dalam film perjuangan sangat berbeda. Apalagi yang berdasar sejarah kisah nyata, selalu berbeda pesan moral yang terkandung di filmnya.

“Pejuang-pejuang rakyat kecil itu harus dikenang juga. Karena pejuang ini sekecil adalah pahlawan yang sangat dibutuhkan apapung itu dan seperti apapun itu kita harus tetap mengenangnya,” paparnya.

Hal lainnya, tentu saja, Sonia mendapat pengalaman yang sangat berarti  bisa syuting di tempat yang memang benar-benar desa,  jauh dari kota.

“Keren banget dapat pengalaman yang tidak akan dilupakan,” tandas Sonia menutup pembicaraan.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *