Sinopsis “Labuan Hati”: Soal 3 Wanita, Mahesa & Pilihan Hidup Mereka

Labuan Hati-konpress-foto Lopinta-PF-08 2016

POSFILM.COM – Rumah produksi Lola Amaria Production mencoba memproduksi film yang bercerita tentang persoalan sosial yang diangkat dari tiga paradigma berbeda.

Melihat perempuan yang sering ditafsirkan sebagai mahluk yang sulit ditebak, maka berangkat dari pemahaman tersebut, film “Labuan Hati” mencoba mengangkat kisah 3 wanita dari 3 perspektif yang berlainan.

 

Sinopsis

Perempuan bernama Maria itu tengah melesat ke dalam laut. Sosok berusia 27 tahun itu tak sekedar berenang atau menyelam, namun ia tengah menari indah dengan deburan ombak sebagai panggungnya.

Maria sang gadis pesisir Sulawesi Utara itu telah bekerja di resort di Pulau Sebayur, sebagai tour guide bagi turis yang datang ke Pulau Komodo.

Sejak ditinggalkan oleh kekasihnya dua tahun silam, Maria selalu menimpakan kepergian kekasihnya tersebut pada tubuhnya. Menurutnya, hal itulah yang menjadi penyebab kekasihnya berselingkuh dan meninggalkannya.

Adapula Bia (40 tahun), seorang wanita sekaligus ibu dari satu anak perempuan. Datang dengan segala kemewahan yang ada padanya, mulai dari koper mahal jinjingannya hingga beragam baju-baju perancang papan atas yang mengisi kopernya, nyatanya tak mampu memenuhi relung hati Bia.

Puluhan buku self development yang turut dibawanya pun sekedar tentengan tanpa makna. Sebab, relung hati Bia semata-mata hanya dipenuhi kerinduan yang teramat membuncah akan dunia menyelam. Rasanya sudah bertahun-tahun sejak melahirkan anak pertamanya, dengan segala rutinitas kegiatannya   laut jadi satu hal yang jauh dari agendanya.

Kemudian, ada pula Indi. Perempuan usia 35 tahun yang punya tunangan seorang pria yang memaknai cinta sama dengan komitmen. Itu sebab, bagi Indi laut di Pulau Komodo adalah titik surganya sebelum kembali pada realita untuk siap menjalankan apa yang jadi prinsip calon suaminya : cinta berarti komitmen.

Dan Labuhan Bajo, menjadi titik awal  pertemuan tiga perempuan dengan latar belakang yang berbeda tersebut, yakni Bia, Indi dan Maria.

Ketiganya menghabiskan waktu 7 hari, 6 malam living on boat bersama seorang instruktur diving bernama Mahesa.

Sang pria berusia 35 tahun itu begitu menguasai tiap sudut kepulauan Komodo. Mahesa ditugaskan ikut ke atas kapal bersama ketiga perempuan tersebut, sebab Indi dan Bia butuh pendampingan untuk menyelam.

Tak dinyana, dalam, waktu singkat, hubungan ketiga perempuan itu meningkat dari pertemanan hingga persahabatan.

Hingga akhirnya, ketiga perempuan tersebut saling berperang dingin demi merebut hati Mahesa.

Lantas, akankah perjalanan ‘pelarian diri dari segala rutinitas’ ini justru membantu menyelesaikan masalah mereka? Atau justru kehadiran Mahesa makin memperparah keadaan ketiganya?

Film Labuan Hati ini merupakan film garapan dan produksi Lola Amaria yang turut dibintangi oleh Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, Ully Triani serta Ramon Y. Tungka.

Rencananya, film yang berlatar belakang pemandangan di Labuhan Bajo dan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur ini akan memulai proses shooting pada 25 Agustus mendatang.

Film Labuan Hati sendiri dijadwalkan tayang pada Maret 2017 mendatang.[]

Baca Juga :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *