SINOPSIS AISYAH: Biarkan Kami Bersaudara

Aisyah Biarkan Kami Bersaudara-pf-2016-5

POSFILM.COM – Menjadi seorang guru muslimah di tengah-tengah masyarakat terpencil yang mayoritas menganut agama Katolik tentu merupakan sebuah tantangan yang tak mudah. Hal inilah yang harus dihadapi Aisyah dalam film drama bertajuk “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”.

Rumah produksi Film One Production merilis sebuah film drama yang mengangkat kisah pendidikan dan keanekaragaman tanah air.

 

Aisyah Biarkan Kami Bersaudara-pf-2016-1

Film garapan Herwin Novianto ini bercerita tentang seorang guru asal Jawa Barat bernama Aisyah (Laudya Cynthia Bella). Demi menggapai impiannya menjadi seoran guru dan mengabdikan ilmu bagi orang banyak, maka Aisyah pun harus meninggalkan ibu (Lydia Kandou) dan adik lelakinya (Panji Surya Sahetapy) di kawasan Ciwidey, Bandung, Jawa Barat ke sebuah desa di pedalaman Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Tantangan demi tantangan pun harus Aisyah hadapi setibanya di Atamabua. Dari awal kedatangannya saja, penduduk setempat sempat salah mengira dan menanggapnya sebagai Suster Maria, hanya karena dirinya mengenakan kerudung. Akibat minim pengetahuan, masyarakat yang diwakili Kepala Suku sempat mengira Aisyah merupakan suster katolik yang ditugaskan mengajar di daerah mereka. Dugaan tersebut muncul hanya karena mereka mendapati Aisyah berkerudung, yang dikiranya sama dengan penutup kepala yang digunakan oleh para suster Katolik.

Tantangan lain yang harus dihadapi Aisyah yakni tak hanya terasa asing, namun desa tempat Aisyah bermukim itu juga begitu terpencil, sehingga sulit mendapatkan pasokan air bersih untuk keperluan-hari. Bahkan, saluran listrik pun belum pernah tersedia bagi kampung itu. Itu sebab, sinyal yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat metropolitan, menjadi sebuah hal mewah di tengah masyarakat Atambua.

Lingkungan baru, tradisi yang serba asing hingga ruang lingkup religius yang berbeda membuat Aisyah begitu gamang. Untungnya, kehadiran sosok Pedro (Arie Kriting), kawan yang setia menemani, sanggup memberi rasa nyaman karena dirinya turut serta membantu Aisyah menyelesaikan masalah demi masalah yang dihadapinya.

Konflik memuncak kala salah seorang murid Aisyah bernama Lordis Defam begitu membencinya, bahkan sanggup mempengaruhi teman-teman sekelasnya untuk tidak masuk sekolah karena diajar oleh guru muslim.

Lantas, dengan segala kerendahan hati yang dimilikinya, sanggupkah Aisyah meluluhkan hati anak-anak didiknya? Bagaimana pula cara Aisyah menjalani kehidupan religiusnya sebagai wanita muslimah di tengah-tengah penduduk desa yang mayoritas beragama katolik?

Temukan jawabannya pada 19 Mei mendatang dalam film yang turut dibintangi oleh Laudya Cynthia Bella, Arie Kriting, Ge Pamungkas, Lidya Kandou, Panji Surya Sahetapy, Dionisius Rivaldo Moruk serta Agung Isya Alamsie Benu.[]

 

Berita Terkait :

http://posfilm.com/aisyah-kami-bersaudara-pengabdian-guru-muslimah-di-tengah-masyarakat-katolik-atambua-ntt/

http://posfilm.com/perankan-guru-muslim-di-atambua-laudya-cynthia-bella-tuai-pelajaran-hidup/

http://posfilm.com/main-di-film-drama-arie-kriting-dilarang-bercanda/

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *