Review Rudy Habibie : Kemegahan Cerita, Tercemar Konflik Tak Berbekas

RUDY HABIBIE-2016-pf-01

POSFILM.COM – Rumah produksi MD Pictures kembali meluncurkan film teranyarnya bertajuk “Rudy Habibie“.

Film ini merupakan kelanjutan dari “Habibie & Ainun” yang menyatukan Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari sebagai sepasang suami-istri tokoh besar Indonesia. Di tahun 2014 silam, film tersebut mampu meraih 4,3 juta penonton.

 

Sinopsis

 

Adalah seorang Rudy Habibie, anak kecil yang bercita-cita ingin membuat pesawat. Sang ayah, begitu mendukungnya menggapai mimpi dan tak lupa mengingatkan agar selalu berbuat baik bagi sesamanya, layaknya sebuah mata air.

Tak disangka, berkat kecerdasan, ketekunan serta kerja kerasnya, Rudy berhasil mencicipi bangku kuliah di Jerman. Hebatnya, meski  kehidupan Rudy di Jerman penuh lika-liku, nyatanya hal itu yang makin menguatkannya. Ia pun dikenal sebagai pemuda yang berjuang keras demi memajukan bangsanya.

 

Plus – Minus

 

Adegan dibuka dengan pengenalan sosok Rudy kecil. Huru-hara sempat terjadi di kehidupannya itu. Di bagian awal film, penonton telah disajikan pemandangan fantastis ala ciptaan Hollywood. Sebab, pengadegan demi pengadegan tersebut terasa nyata, dengan sinematografi yang mumpuni, didukung kualitas suara yang memanjakan telinga.

Kemudian, sejak awal, film ini menjajikan deretan pesan-pesan moral yang dibungkus dengan rapih melalui rentetan kejadian serta naskah ciamik tulisan Gina S. Noer.

Yang jelas, sebagai film yang mayoritas berlatar belakang negeri Jerman, tak heran bila film ini tak luput dari pemandangan indah. Meski begitu, tampilan pemandangan itu tak dijadikan ajang ‘pamer keindahan alam’ bak liputan jalan-jalan. Semua terasa natural, apik dan tak berlebihan.

Hal lain yang patut digarisbawahi, meskipun film ini disokong banyak sponsor, harus diakui tak ada sedikitpun penempatan produk dalam film yang berlatar belakang masa muda Presiden ke-3 Republik Indonesia ini. Hal ini harusnya menjadi panutan bagi rumah produksi manapun!

Selain itu, nyatanya film kaya akan kejutan-keujutan. Banyak penampilan-penampilan tak terduga. Cameo pun bertebaran dalam film garapan Hanung Bramantyo ini. Mulai dari Bastian Steel hingga Manoj Punjabi, sang eksekutif produser.

Jika biasanya aktor Reza Rahadian yang jadi nilai jual setiap film tanah air zaman sekarang, maka kini nama Ernest Prakasa wajib diperhitungkan. Ia tahu cara mencuri perhatian! Sebabnya, Ernest cukup mahir memerankan karakter pemuda keturunan Tionghoa, Liem Keng Kie. Hal ini merupakan kemajuan baginya, dibanding aksinya dulu di film ciptaannya sendiri, Ngenest.

Sayang, tak ada gading yang tak retak. meski terlihat sempurna, nyatanya masih ada beberapa kekurangan di film dengan budget paling fantastis milik MD ini.

Dari awal hingga pertengahan, penonton hanya disuguhkan pengadegan pria muda cerdas yang sejak kecil punya rasa penasaran tinggi. Konfliknya tidak terlalu tampak di film ini. Kepintaran Habibie muda yang lebih ditonjolkan.

Padahal, jika ingin dikembangkan lagi, banyak konflik yang bisa digali lebih dalam demi menghadirkan perjuangan nyata seorang anak desa yang berhasil mengharumkan nama bangsa.

Misalnya, ketika Rudy Habibie yang harus dibully kelompok mahasiswa Indonesia di Jerman, Laskar Pelajar, nyatanya tak lebih dari adegan Rangga (Ada Apa Dengan Cinta), yang kena bully teman SMA dipicu api cemburu. Padahal, emosi para pelaku dan korban bully begitu berharga, karena soal cinta bangsa, perjuangan dan pergerakan mahasiswa demi nama baik Indonesia.

Sehingga, boleh dikata, menonton film ini sebatas mengetahui siapa Rudy Habibie, bagaimana dirinya berjuang menjadi megah, dan wanita yang dicintainya sebelum Ainun.

Namun, eksekusi misi dari film ini yang ingin membuat pemuda masa kini jadi kenal sejarah dan makin memupuk rasa nasionalisme terasa kurang kuat dan kurang membekas.

Tapi bukan berarti film ini tak menghibur. Malah, berkat konfliknya yang tak terlalu berat, film ini bisa jadi menyasar kalangan luas, mulai dari remaja yang berusaha mengenal sejarah, dewasa yang bernostalgia dengan pelajaran sejarah hingga para renta yang pernah hidup di masa sejarah terbentuk.

Dibintangi Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Millane Fernandez, Dian Nitami, Dony Damara dan Indah Permatasari ini, Rudy Habibie resmi tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 30 Juni 2016 mendatang.[]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *