(Review) Mimpi Anak Pulau : Film Anak Inspratif, Namun Sayang Kurang Sentuhan Komedi

Mimpi Anak Pulau-2016-PF

POSFILM.COM – Rumah produksi Nadienne Batam Production menggandeng Studio Pro 1226 dalam memproduksi film teranyar mereka bertajuk “Mimpi Anak Pulau“. Sebuah film yang mengangkat kisah nyata kehidupan Gani Lasa.

Film ini turut diangkat dari novel bertajuk sama karangan Abidah El Khalieqy, penulis yang sukses menulis buku “Perempuan Berkalung Sorban” yang telah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Hanung Bramantyo.

 

Sinopsis

Film bergenre drama keluarga ini berpusat pada kisah perjuangan seorang Gani Lasa, anak kecil asal desa miskin di Pulau Batam yang sukses mengejar mimpinya, meraih pendidikan setinggi-tingginya dan jadi putra kebangsaan daerahnya.

Gani sendiri merupakan anak yatim yang hidup dengan segala keterbatasannya dk kampung pesisir pantai yang jauh dan sepi.

Ketika baru lulus SD, Gani harus mendayung sampan ke Tanjung Pinang dari pukul lima sore hingga 6 pagi demi melanjutkan sekolahnya di PGA (Pendidikan Guru Agama) Tanjung Pinang.

Bersekolah di PGA Tanjung Pinang membawa pengalaman berharga bagi seorang Gani. Sebab, momen tersebut merupakan kali pertama Gani kecil memiliki sepasang sepatu untuk bersekolah.

Mimpi Anak Pulau-IMG_20160815-pf

Plus Minus

Film garapan Kiki Nuriswan ini merupakan film inspiratif yang berangkat dengan pesan moral yang sangat positif.

Sosok Gani kecil (Daffa Permana) yang ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh sang ayah tercinta (Ray Sahetapy) nyatanya tak membuat Gani menjadi lemah, penakut dan pemalas.

Gani justru bersikap dan berfikir secara dewasa di usianya yang masih belia. Gani begitu rajin bekerja demi membantu ibu tercintanya (Ananda Faturrahman) yang mendadak hidup menjanda bersama kelima anaknya.

Itu sebab, ditilik dari jalan cerita dan pesan moral yang dibawanya, harus diakui Mimpi Anak Pulau merupakan film yang baik dan wajib tonton bagi anak-anak serta seluruh pemuda Indonesia. Sebab, film ini mengambarkan sosok Gani kecil yang kuat, cerdas dan mandiri.

Selain itu, film ini juga mengandung nilai religi  yang terwakili dalam diri Gani kecil. Sejak dini, Gani begitu rajin shalat dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan di kampungnya.

Hal lain yang patut diacungi jempol yakni sinematografi dari film berdurasi 150 menit ini yang terasa cantik, manis dan menawan.

Apalagi ditunjang dengan pemandangan Pulau Batam yang berhasil ditangkap dengan apik oleh lensa kamera sang sutradara.

Sayang, dibalik hal baik dari film ini, ada kekurangan yang tak dapat terbantahkan.

Contohnya saja, sebagai film dengan pangsa pasar anak-anak hingga remaja dan pemuda serta keluarga, film ini terasa amat membosankan. Terlalu banyak drama dan air mata membuat film ini amat menjemukan.

Apalagi kurangnya konflik yang bombastis ditambah skenario yang terasa ‘terlalu patuh pada kisah orisinil dari Gani Lasa asli’ sendiri membuat film yang sebagian besar berbahasa pengantar Melayu ini kurang dapat dinikmati dengan baik. Terlalu datar dan mudah ditebak akhir ceritanya.

Hal ini ditambah lagi dengan kondisi amat sedikitnya unsur komedi yang ditonjolkan dalam Mimpi Anak Pulau. Padahal, harus diakui, film ini akan terasa lebih ramah bagi segala usia bila keluguan anak-anak tersebut dibungkus apik dengan unsur komedi yang menarik.

Selain itu, ada beberapa adegan dalam film tersebut yang terasa amat tidak rapih dalam proses editingnya. Misalnya, ketika adegan hujan badai yang terasa betul penampakan hujan fiktifnya.

Atau ketika kakak Gani, yang sedang berjuang di tengah terjangan badai, tampak dengan sengaja menjatuhkan sampan yang dipegangnya, yang dalam jalan ceritanya adegan tersebut harusnya ditampakkan sebagai sebuah kecelakaan yang tak disengaja.

Namun demikian, secara keseluruhan film yang turut dibintangi oleh Herdin Hidayat serta aktor asal Malaysia Dato Ahmad Tamimi dan Mardiana Alwi ini harus diacungi jempol sebagai film inspiratif wajib tonton di tahun ini.

Mimpi Anak Pulau sendiri sudah dapat dinikmati di seluruh jaringan bioskop Indonesia sejak 13 Agustus 2016 dan rencananya akan turut ditayangkan di bioskop negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura serta Brunei Darrusalam.[]

Berita Terkait :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *