Review Film One Cut of The Dead : Horor Real dan Menghibur di Tengah Pembuatan Film Zombie

ONE CUT OF THE DEAD (2018)_posfilm_3

Ditulis oleh: Nesha Septi Pramita

 

POSFILM.COM Kali ini saya berkesempatan mengikuti premiere dan screening menyaksikan sebuah film Jepang yang berjudul One Cut Of The Dead, di CGV Cinemas, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018). Film ini akan tayang 28 November 2018.

Saya akan mengulas sedikit film One Cut of The Dead, yang memiliki judul lain Camera wo Tomeru na, adalah film Jepang bergenre horor, thriller dan komedi. Film ini disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Shinichiro Ueda, dan diproduseri oleh Koji Ichihashi untuk rumah produksi Enbu Seminar.

Film berdurasi 96 menit ini dibintangi oleh Takayuki Hamatsu, Harumi Syuhama, Kazuaki Nagaya, Manabu Hosoi, Hiroshi Ichihara, Syuntaro Yamazaki, Shinichiro Osawa, Yoshiko Takehara, Miki Yoshida,  Sakina Asamori, Ayana Goda, Yuzuki Akiyama.

Film One Cut of The Dead, mengawali ide ceritanya tentang pembunuhan, alur cerita ini ternyata hanyalah buatan untuk dijadikan sebuah film horor tentang mayat hidup (zombie).

ONE CUT of the Dead_IND-Poster_pf_2

Atmosfer horor pada film ini semakin kuat didukung oleh setting  lokasi, wardrobe dan make up. Semua ini pun semata awalnya ditujukan untuk mendukung pembuatan film tersebut. Namun, ide cerita semakin berkembang, dan nampaknya menjadi  nyata, dimana ada pemain yang dibunuh, tangannya buntung, kepalanya putus, hingga pada akhirnya mati dan menjadi zombie.

Eitss…. jika kita terus menontonnya, tidak  menutup mata apalagi meninggalkan kursi saat menonton, ternyata ada text line information yang bertuliskan “1 bulan lalu”.

Ya, film ini bercerita dimana ada sebuah rumah produksi (PH/production house) yang menugaskan sutradara. Bagi produser rumah produksi tersebut,  sutradara itu mampu mengembangan ide cerita yang dimaksud. Produser ingin membuat film tentang zombie dengan single camera dan secara live, dan shot tanpa cut agar terlihat seperti sungguhan (real). Dengan impian filmnya akan memenangkan berbagai festival film dan ia menjadi produser terkenal.

Tentu saja, si sutradara terkejut diberikan kepercayaan untuk mengerjakan  ide produser tersebut. Namun, ia yakin dirinya mampu mengembangkan ide cerita itu. Dimulailah proses casting pencarian pemain dengan merekrut bintang film terbaik di Jepang, kemudian berlanjut dengan membedah skenario yang telah dibuat sutradara, serta memberitahukan lokasi shooting yang akan digunakan untuk pengambilan adegan. Sebuah gedung tua yang ternyata bukan gedung tua biasa. Ada cerita yang mengatakan bahwa gedung bahwa sebelumnya gedung tersebut digunakan militer Jepang untuk percobaan membangkitkan mayat hidup.

Akhirnya, waktu yang ditentukan untuk shooting pun tiba. Proses shooting berjalan sesuai dengan keinginan sutradara, dengan keadaan sesungguhnya. Disinilah penonton mulai diajak tertawa dengan kekonyolan kru di balik layar. Selain itu, ternyata zombie sungguhan datang dan meneror para aktor yang ada di gedung tua tersebut.

ONE CUT OF THE DEAD_2018_posfilm_4

Film One Cut of The Dead, awalnya film ini memang terasa membosankan, bahkan cenderung tidak masuk nalar. Namun seiring berjalannya durasi, cerita demi cerita mengalir, dan penonton diajak masuk ke dalam ranah alur cerita dan sebagainya.

One Cut of the Dead adalah film yang sangat berbeda, dimana 37 menit pertama pengambilan gambar dilakukan tanpa henti. Film ini bertransformasi dari sebuah film zombie menjadi film unik yang sangat berbeda dari film yang pernah ada.

Secara keseluruhan film One Cut of The Dead layak ditonton, dan film ini cukup menakjubkan. Sebuah karya yang kocak, menghibur, dan original. [PF/ Nesha Septa Pramita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *