Promosi Film, Asma Nadia Gandeng Komunitas Hingga Blogger

Workshop Oneday Pusbang Perfilman-foto Lopinta-08 2016-1

POSFILM.COM – Tak sedikit novel buah tangan penulis Asma Nadia yang diangkat ke layar lebar. Tak hanya sanggup diangkat ke dalam bentuk visual, nyatanya film-film tersebut juga dapat menggaet banyak penonton. Lantas, bagaimana cara Asma mempopulerkan film dari cerita karangannya tersebut?

“Saya adalah orang yang sangat bergantung pada komunitas dan sosial media,” tutur Asma dalam acara Workshop Oneday Pusbang Perfilman Kemendikbud RI bersama Demi Film Indonesia di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta pada Senin (22/8/2016).

Menurut penuturanya, dari pengalamannya selama ini, Asma kerap menggandeng beberapa komunitas serta fanbase yang terkait dengan cerita yang film yang diadaptasi dari novelnya tersebut.

 

Asma Nadia-pf-01
Asma Nadia

“Mulai dari komunitas yang sesuai , fanbase artis, fanbase penulis, hingga libatkan blogger, itu semua harus diupayakan. Soalnya, film ini pekerjaan besar dan boleh dibilang pekerjaan mustahil ya, ha-ha-ha. Bayangkan, dari satu waktu, dalam sebuah produksi yang mahal, harus mencari audience sebanyak-banyaknya, itu kan mission impossible banget,” imbuh Asma.

Asma mencontohkan, ketika dirinya mempromosikan Jilbab Traveler (2016) yang dibintangi Morgan Oey bersama Bunga Citra Lestari. Kala itu, ia sempat dihadang kendala kedua pemain utama yang kurang sesuai kriteria idaman para pembaca novelnya. Sebab, pemeran utama wanita bukanlah wanita berhijab, sedang pemeran pria bukan seorang muslim.

“Namun, yakinkan mereka bahwa film ini punya misi. Jadi, jangan sampai misi tersebut justru tidak sampai hanya karena hal-hal seperti itu,” katanya.

Ia pun berupaya yakinkan para fansnya bahwa Jilbab Traveler mengandung banyak pesan moral sehingga layak untuk disaksikan. Apalagi, dalam film tersebut, tak ada sedikitpun adegan dewasa yang tak pantas disaksikan anak di bawah usia, mengingat film tersebut bergenre drama religi.

Bagi Asma, menulis dan mendistribusikan buku apalagi film yang diangkat dari buku bukanlah perkara mudah. Namun, jika cerdik dan teliti membaca pangsa pasar, maka bukan perkara sulit untuk menggaet penonton.

Asma pun menutup penuturannya itu dengan sebuah pesan dan harapan, “Menulis itu gampang, mendistribusikan itu yang susah. Itu sebabnya, saya enggak rela kalau film berbudget besar harus tayang cuma sekian hari,” tutup Asma.

Novel-novel Asma sendiri yang telah diwujudkan ke dalam film antara lain Assalamuaikum, Beijing, Emak Ingin Naik Haji, Surga Yang Tak Dirindukan, Jilbab Traveler, serta Ketika Mas Gagah Pergi. Sedangkan, hingga berita ini diturunkan, film yang berangkat dari novel Asma lainnya, yakni Surga Yang Tak Dirindukan 2 serta Cinta Laki-Laki Biasa masih dalam proses produksi.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *