Pesta Pendidikan Wujudkan Janji Publik Berdaya Barengan Bagi Pendidikan dan Bantu Guru Belajar Lagi

Pesta Pendidikan-penampilan grup perkusi sekolah Musik Cikal-posfilm

POSFILM.COM  – Pesta Pendidikan (PeKan), jaringan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, menggelar puncak acara Festival Publik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan fX Sudirman, Jakarta. Festival Publik menjadi kesempatan merayakan praktik baik, karya nyata dan inovasi pendidikan yang dapat disebarluaskan.

Mengambil momentum semangat hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Pesta Pendidikan 2017 telah digerakkan secara sukarela oleh ribuan relawan, 255 komunitas dan organisasi pendidikan, guru, orangtua dan murid dari 536 sekolah, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, termasuk puluhan media.

Pesta Pendidikan telah menyelenggarakan rangkaian acara Festival Publik sejak Februari 2017 lalu di kota Bandung, Ambon, Yogyakarta dan Makassar.

“Kebangkitan pendidikan Indonesia memerlukan keterlibatan publik yang berdaya, bukan hanya mengeluhkan masalah atau saling menyalahkan, tapi melakukan perubahan dari kekuatan yang ada”, demikian disampaikan Najelaa Shihab, pegiat dan penggagas Pesta Pendidikan, Minggu lalu.

Pesta Pendidikan mengajak publik untuk mendeklarasikan janji inisiasi dan kolaborasi untuk pendidikan dalam bentuk Janji Publik.

“Janji Publik ini merupakan wujud nyata dari tujuan Pesta Pendidikan untuk menjadi katalisator kerjasama berbagai pihak yang selama ini lebih sering melakukan aksi sendirian dalam pendidikan”, imbuh Najelaa.

Ribuan Janji Publik untuk beraksi muncul lewat proses belajar, bergerak dan bermakna barengan di Ngobrol Publik, Pameran Publik dan Pekan Seni Pesta Pendidikan.

 

Pesta Pendidikan-Penampilan Paduan Suara SMPN 19 Jakarta-pf
Pesta Pendidikan-Penampilan Paduan Suara SMPN 19 Jakarta

Sebagai bagian dari Janji Publik yang dicetuskan di Festival Publik hari ini, tiga inisiasi diangkat sebagai contoh nyata dari proses kolaborasi dan pemberdayaan yang terjadi untuk pendidikan, yaitu Cerdas Digital, Menjadi Jagoan Finansial dan Bantu Guru Belajar Lagi.

Najelaa menjelaskan bahwa ketiga inisiatif tersebut diambil sebagai prioritas yang dianggap paling relevan dengan perkembangan situasi pendidikan saat ini untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas kegiatan belajar-mengajar, serta hasil keluaran pembelajaran.

“Cerdas Digital merupakan bentuk respon kami dalam menyiapkan putra-putri – serta orang tua dan guru – untuk belajar, berkomunikasi, berkolaborasi dan memecahkan masalah-masalah nyata dalam kehidupan melalui alat-alat digital”, urai Ramya Prajna, pendiri Think.Web.

Cerdas Digital mengembangkan kurikulum, program serta alat bantu untuk menumbuhkan kecerdasan digital anak, guru dan orang tua. Ramya menambahkan bahwa hidup di abad 21 berarti belajar dan bekerja dengan semakin terbuka secara lintas batas.

Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Moh. Saleh Thio, secara terpisah mengatakan, “Literasi dan akses terhadap layanan keuangan, di tengah pertumbuhan sosial ekonomi Indonesia yang demikian pesat, menjadi aspek yang turut mendorong keberhasilan layanan pendidikan. ‘Menjadi Jagoan Finansial’ adalah program yang mempromosikan pentingnya literasi keuangan, terutama kepada kalangan guru, agar semua lapisan masyarakat terbantu memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan.”tukasnya.

Sementara, Bantu Guru Belajar Lagi adalah sebuah kolaborasi yang menyediakan pelatihan dan pendampingan kepada 50 guru di tiga sekolah dasar negeri di kelurahan Sumur Batu, kecamatan Bantar Gebang, Bekasi.

“Guru adalah pemain kunci dalam pendidikan. Kapasitas guru sangat menentukan kualitas proses pembelajaran dan mutu murid yang dihasilkannya. Melalui penguatan guru, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas murid di sekolah-sekolah tersebut“, demikian jelas Salman Subakat, Chief Marketing Officer Wardah, korporasi penggagas dan pendukung inisiatif ini.

“Pesta Pendidikan bukanlah kegiatan insidental atau kampanye musiman, sejak tahun lalu jaringan Pesta Pendidikan sudah semakin luas dan beragam. Melalui Pesta Pendidikan, publik diharapkan terus mengambil peran. Sementara organisasi dan komunitas pegiat pendidikan juga terus meningkatkan kapasitas mereka agar kepentingan anak-anak Indonesia yang saat ini belum mendapatkan kemerdekaan penuh dalam hal akses, kualitas dan kesetaraan segera terpenuhi”, tutup Najelaa. []

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *