Persaingan Ketat Untuk Jadi Yang Terbaik Di Piala Maya 2015

Piala Maya 2015-cover-posfilm

 

POSFILM.COM –  Mengusung tema “Imajiinasia”, ajang penghargaan Piala Maya kembali digelar tahun 2015 ini. Lebih ketat persaingan dalam tiap kategori. Siapa pun yang jadi pemenangnya, memang layak untuk jadi yang terbaik, dan kedepannya dapat terus menghasilkan karya-karya film yang bermutu dan mampu bersaing dengan film-film produksi luar negeri.

 

Para sineas Indonesia bersiap menyambut ajang bergengsi tersebut. Disisi lain, pihak penyelenggara pun telah mengumumkan daftar nominasi seluruh kategori, pada Selasa (1/12) di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Acara pengumuman nominasi tersebut dihadiri para komite pemilih yang terdiri dari beragam profesi. Mulai dari praktisi perfilman, jurnalis, seniman, akademisi, ilmuwan, desainer, dan lain-lain, dengan total 350 orang untuk tahun ini.

Pada tahun 2012, ajang Piala Maya pertama kali diadakan untuk mengapresiasi pencapaian di bidang film Indonesia. Dideskripsikan sebagai “apresiasi nyata dari dunia maya untuk film Indonesia”, ajang ini memberi penghargaan untuk karya dan individu film Indonesia, yang penilaiannya dilakukan lewat online, diinisiasi oleh komunitas @FILM_Indonesia.

 Pada 19 Desember 2015 nanti, Piala Maya akan kembali diselenggarakan untuk keempat kalinya, bekerja sama dengan SAE Institute dan Kineria.com, dan mengangkat tema “Imajinasia”.

“Setiap orang punya imajinasi, dan film adalah salah satu media yang memberikan rangsangan untuk berimajinasi. Dan, dari apa yang diimajinasikan bisa melahirkan karya yang baru,” jelas Hafiz Husni, pendiri dan Festival Director Piala Maya dalam acara kick-off Piala Maya 2015 di SAE Institute, Jakarta, 29 Agustus lalu.

“Satu benang merah dalam Piala Maya kali ini adalah kita akan tanyakan ke pihak-pihak yang terlibat, adalah film Indonesia apa yang pada waktu kecil ditonton yang memengaruhi imajinasinya hingga sekarang. Bagaimana eksekusinya, tunggu dalam rangkaian acara kami selanjutnya,” tutur Hafiz lagi.

Melihat daftar nominasi yang telah dikeluarkan oleh panitia, persaingan ketat akan terjadi dalam tiap kategori, dan itu pasti merupakan kerja keras para anggota tim penilai ajang Piala Maya 2015.

Tidak ada nama Tara Basro, mungkinkah Dian Sastro menjadi Aktris Terbaik? Akankah kali ini Vino Bastian mampu mengalahkan seniornya, Deddy Sutomo? Akankah Film ‘Siti’ kembali mampu menjadi film yang terbaik?

Pada Kategori Aktris Pemeran Utama, Dian Sastro dan Laudya Cynthia Bella akan bersaing ketat melawan Adinia Wirasti, Marsha Timothy dan Tutie Kirana.

Lebih seru lagi pada Kategori Aktris Peran Pendukung, Prisia Nasution dan Atiqah Hasiolan, harus menghadapi senior-seniornya yakni Christine Hakim, Jajang C. Noer dan Ria Irawan.

Sedangkan untuk Kategori Aktor Pemeran Utama, terdapat nama Reza Rahadian, Vino G. Bastian, yang akan bersaing dengan Chico Jericho, Rio Dewanto dan aktor senior Dedy Sutomo.

Pada Kategori  Film Panjang, “Siti” kembali harus menghadapi persaingan dengan film “Mencari Hilal”, “Toba Dreams”, “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”,  disamping juga masih ada film “Filosifi Kopi”, “Pendekar Tongkat Emas”, “3”, dan “Kapan Kawin?”

Hhmmm semakin membuat penasaran, dan tak sabar menunggu siapa saja yang berhasil menjadi pemenang dalam ajang Piala Maya 2015.

Malam puncak penghargaan Piala Maya 2015 akan digelar pada 19 Desember, di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta Selatan.[]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *