Musik Sebagai Terapi untuk penderita Autism

Autism

POSFILM.COM – Manfaat musik memang beragam. Bukan hanya sebagai hiburan atau sarana mengekspresikan diri, namun musik juga sebagai terapi untuk anak-anak yang menderita Autis.

Terapi musik sendiri menjadi kurikulum resmi dimulai pada masa perang dunia ke 2 dan merupakan kombinasi dari sensasi auditori, visual dan sentuhan. Faktor-faktor ini yang membantu merangsang organ sensorik anak autis.

“Bukan hanya mampu mengendalikan perilakunya, tetapi juga dengan musik si kecil akan dapat lebih memahami dan mengekspresikan diri,” ungkap Dr. Tracy Richardson, professor dan direktur Music Therapy di  Saint Mary-of-the-Woods College.

Begitu juga menurut psikolog, Alfa Handayani, “Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita rileks dan senang hati, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal”.

Beberapa tanda autis sebenarnya bisa dideteksi mulai dari bayi lahir hingga anak berumur lima tahunan. Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan maupun penyembuhan anak autis.

Usia 2-5 tahun merupakan saat yang tepat untuk menangani autisme.

Musik yang dipakai pada umumnya adalah musik klasik, dengan mendengarkan musik klasik detak jantung manusia cenderung akan kembali normal dan membantu anak untuk mengenali dirinya sendiri.

Metode yang digunakan untuk terapi ini biasanya selain mengenalkan instrumen musik pada anak, juga dengan memutarkan musik pada saat tidur, bangun, atau beraktivitas dengan volume yang pelan dan cukup didengar untuk orang disekitarnya.[*Rachel Levina/PF]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *