Malam Budaya Keroncong ‘Konser Tribute to Mus Mulyadi’

malam-budaya-keroncong-tribut-mus-mulyadi-pf-1

Langkah Awal Pembentukan Union Artis Indonesia

 

POSFILM.COM – Sebuah konser yang didedikasikan untuk Mus Mulyadi, bertajuk ‘Malam Budaya Keroncong’ akan digelar di Puri Agung Sahid Jaya Hotel Jakarta, Minggu, 4 Desember 2016 mendatang.

Japto S Soerjosoemarno dari Yayasan Cipta Budaya Indonesia selaku pihak penyelenggara menjelaskan, konser ini digelar sebagai bentuk penghargaan kepada Mus Mulyadi, tokoh musik keroncong Indonesia yang saat ini kondisi kesehatannya menurun dan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

‘’Kita ini sebagai penggagas, mengajak berbagai pihak untuk ikut terlibat, termasuk para donatur. Jadi konsernya lebih berbentuk charity. Dan semua hasilnya akan diserahkan kepada Mus Mulyadi,’’ kata Japto.

Saat ini dua tokoh musik keroncong Indonesia, yakni Mus Mulyadi yang berjulukan ‘Buaya keroncong’ dan Waljinah yang dijuluki ‘Ratu keroncong’ kesehatannya menurun dan membutuhkan perawatan.

‘’Mudah-mudahan hasil dari pertunjukan ini bisa mereka gunakan untuk biaya rumah sakit dan keperluan yang mendasar lainnya,’’ Lanjut Japto.

Yayasan Cipta Budaya Indonesia sendiri pendiriannya memang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi para artis, seniman Indonesia dari berbagai bidang, diantaranya soal penanganan masalah hukum terkait hak cipta, keleluasaan berekspressi di dalam dan luar negeri, serta berupaya membantu menangani masalah-masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi para seniman Indonesia.

‘’Mungkin ke depan akan dibentuk semacam Union Artis untuk menaungi kepentingan para seniman Indonesia,’’ ujar Japto yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda.

Selama ini, lanjut Japto, seniman Indonesia, baik itu seniman musik, lukis, tari dan seterusnya, terkesan jalan sendiri-sendiri. Dan kalau mereka menghadapi masalah, seringkali menghadapinya juga secara sendiri-sendiri pula. Hal ini tentu saja akan menyulitkan mereka, terutama mereka yang sudah tidak aktif lagi manggung disana-sini.

‘’Kalau yang order manggungnya masih banyak, mungkin mereka belum kepikiran, tapi mereka sudah sudah sepi manggung, kesehatannya memburuk, inikan jadi masalah serius dalam hidup mereka, dan kita tentu harus menunjukkan kepedulian pada mereka, karena mereka adalah seniman Indonesia, apalagi sebahagian dari mereka sudah pernah mengibarkan bendera Merah Putih di pentas internasional,’’ jelas Japto.

Pada konser ini nanti, Mus Mulyadi sekeluarga akan tampil, mulai dari isterinya Helen Sparingga, adiknya Mus Mujiono serta putrinya Irene Mulyadi. Dan artis lainnya yang ikut tampil adalah Didi Kempot, Sundari Sukoco, Intan Sukoco, Keroncong Tugu, Bonauli VG, Keroncong Ferindo, Audiensi Band, serta dancer dari Studio 26 pimpinan Atik Ganda.

Kemasan pertunjukan musik keroncong ini akan berbeda dari pertunjukan musik keroncong pada umumnya, karena kemasannya dibuat seperti kemasan pertunjukan musik internasional.

‘’Nanti silahkan lihat sendiri, sejumlah hal yang belum pernah ditampilkan dalam pertunjukan musik keroncong, aksesori termasuk dancer, akan kita ditampilkan dalam pentujukan ini,’’ tmbah Ndol Geaffary, salah satu figur kawakan music production Indonesia yang berpengalaman menangani pertunjukan artis internasional seperti Deep Purple di Singapura, Phil Collins, Paul Anka, NKOTB, Megadeth dan artis kelas dunia lainnya.

malam-budaya-keroncong-tribut-mus-mulyadi-zoel-yapto-pfKarier Mus Mulyadi

Mus Mulyadi kelahiran Surabaya 14 Agustus 1945, di Indonesia dikenal sebagai ‘Buaya Keroncong’ musik keroncong, sementara di Belanda dan Amerika dia dikenal sebagai The King of Keroncong.

Sejumlah lagunya yang menjadi hit antara lain, ‘Kota Solo’, ‘Dinda Bestari’, ‘Telomoyo’, dan ‘Jembatan Merah’, yang tidak saja dikenal masyarakat Indonesia, tetapi juga digemari oleh masyarakat internasional.

Sebelum terjun sebagai penyanyi, Mus Mulyadi juga pernah mendirikan sejumlah group band, seperti ‘ Irama Puspita’ dengan personilnya 13 orang wanita, lalu ‘Arista Birawa’ (Surabaya-1964), ‘The Exotic’ (Singapura-1969), ‘Favourite’s Group’ (Jakarta-1972).

Untuk menyaksikan Konser ‘’Tribute to Mus Mulyadi’, harga tiket dijual dalam tiga kelas yakni, Tiket Gold seharga Rp.1 juta, Tiket VIP seharga Rp.2 juta, dan Tiket Platinum seharga Rp.3 juta. Harga tiket tersebut belum termasuk pajak serta Admin.

Setiap pembeli tiket akan diberi bonus buku ‘Asal Usul Musik Keroncong’ serta CD Keroncong

Layanan tiket bisa menghubungi :

www.tiketnonton.com Telp : 021-7229535 –021- 7220158.
Jl. Dempo I No. 74. Kebayoran Baru. Belakang Pasar. Mayestik. Jakarta Selatan.

Senin – Jumat: 10.00 – 17.00 WIB, Sabtu :10.00 – 14.00 Wib.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *