Livienne Russelia Gelar Pesta Ulang Bersama BCL dan Ivan Gunawan

Livienne Russelia_foto Ist_1_PF

POSFILM.COM Kalangan selebritis itu sesungguhnya bukan hanya kalangan artis. Istilah selebritis itu sudah disalah artikan hanya ruang lingkup artis. Celebration, itu artis perayaan, dan selebritis orang yang kerap tampil di perayaan, atau party atau kegiatan yang ditonton banyak orang tampil.

Kalau melihat keaslinya maka Livienne Russellia adalah bagian dari selebritis, meski kegiatannya di bidang usaha, namun teman-teman pergaulannya, seperti Bunga Citra Lestari kerap disapa BCL dan Iwan Gunawan, artis dan perancang busana.

“Dalam waktu dekat ini saya akan merayakan ulang tahun ke 43 dan saya akan mengundang rekan-rekan artis seperti Ivan dan BCL. Khusus BCL  saya minta menyanyikan sebanyak tujuh lagu, saya bayar dia sebagai profesional,” kata Livienne. Acara ulang tahun itu mengusung tema 43 FORTY THREE & FABULOUS dengan polesan biaya pesta miliaran rupiah.

Livienne Russelia_foto Ist_2_PF

Ia juga mendapuk desainer Carendelano sebagai konseptor acara megah ini. Para tamu undangan yang ia siapkan berasal dari kalangan pebisnis, pengusaha, selebriti, pejabat, serta para make-up artis kondang.

“Ini adalah kali pertama saya menggelar pesta ulang tahun super gede mas, dan cukup makan biaya. Saya pilih BCL menjadi tamu special dalam pesta ini karena saya sangat suka dengannya. Dia punya pesona dan kemampuan bakat yang sangat bagus,” akunya.

Mengawali karirnya sebagai pengusaha kelas premium, Livienne Russellia merintisnya dari bawah sebagai penjual kacang toples. Menjual makanan ringan menjadi pilihan baginya kala mengalami fase keterpurukan sebagai pebisnis. Livienne tak punya rasa malu sedikit pun atau bahkan gengsi untuk kembali mengulang merakit kejayaannya – yang ia nikmati seperti saat ini.

“Saya telah mengalami proses panjang dalam jatuh bangun merintis suatu bisnis. Berawal dari menjual kacang toples yang membukakan jalan untuk terjun dibidang consumer goods. Menjual kacang toples adalah pilihan bisnis kecil yang bisa saya lakukan pada masa terpuruk di waktu lampau karena keterbatasan modal usaha yang menuntut saya harus memulai dari nol untuk ikut menanggung keluarga”.

Pun dengan giatnya mengkayuh roda usahanya, alhasil tak perlu lama waktu baginya untuk hijrah dari penjual kacang toples menjadi importer makanan, minuman hingga kosmetik!

“Hanya menjual kacang toples sekitar 1 (satu) tahun dan mengalami kerugian karena cepat kadaluarsa, kemudian saya melihat peluang untuk mengimpor makanan, minuman dan kosmetik,” lanjutnya.

Livienne Russelia_foto Ist_3_PF

Namun sayangnya, pada tahun 2006 terjadi pengetatan barang impor oleh pemerintah, dan ia pun harus kembali mengalami kerugian hingga bisnis impornyapun menjadi vakum selama 1 tahun.

Bukan Livienne jika tidak punya keberanian bertarung dalam kesulitan. Merasa perlu bertindak, ia pun kembali bangkit dengan menjajal bisnis industri kosmetik.

“Saya awali bisnis ini dengan home industry. Dengan membuat produk perawatan tubuh seperti sabun, lotion juga lulur. Konsep susu kambing, biasa disebut kamilah yang mempeloporinya saat itu”.

Label usahanya pun lahir dengan merk dagang VIENNA, sebuah merk produk yang mencetuskan susu kambing sebagai formula produknya. Livienne pun terus gencar melakukan beragam inovasi dalam produk-produknya.

Bahkan ia pun mendistribusikan hingga ke manca negara, setelah mendapatkan sertifikasi Pengawas Obat dan Makanan untuk cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), serta label halal dari LP MUI dengan ISO 22716:2007 dari SGS, Prancis. Wanita paruh baya yang dalam waktu dekat merayakan ulang tahunnya ke-43 ini, ingin membuat sesuatu yang fantastis. Apa yang hendak diperbuatnya?

Serentet mata acara telah matang dipersiapkan, termasuk peluncuran parfum merk Martinez miliknya. “Saya juga akan memberikan sumbangan atas semua hadiah uang yang diterima selama ulang tahun saya ke TULIP LIONS CLUB dan PANSOPHIA NUSANTARA FOUNDATION. Juga setelah pesta selanjutnya kami akan boyong distributor perusahaan kami jalan-jalan ke Australia” pungkasnya.  [PF/ Didang P. Sasmita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *