Jalan Panjang Proses Restorasi Film Tiga Dara

Tiga Dara-HL-PF-08 2016

POSFILM.COM – Butuh waktu 17 bulan lamanya demi merestorasi film asli produksi tahun 1986 bertajuk Tiga Dara. Demi menghadirkan kembali film besutan bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail ini, mulai dari Italia, Belanda hingga Indonesia bekerja dalam kapasitasnya masing-masing demi wujudkan Tiga Dara 4K.

Uniknya, inisiatif awal untuk penyelamatan film Tiga Dara pertama kali dilakukan oleh pemerintah Belanda, melalui Eye Museum di Amsterdam pada tahun 2011 silam.

“Ada orang Belanda yang tinggal di Indonesia, beliau mencari pihak yang mau mendanai. Pemerintah Belanda melalui EYE Museum awalnya setuju untuk mendanai biaya restorasi, sayangnya Eropa lagi kena resesi ekonomi waktu itu,” cerita Yoki P. Sofyan, selaku eksekutif produser dari SA Films, dalam konferensi pers film Tiga Dara di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Rabu 3/8/2016).

Karena ketidakpastian waktu dan khawatir akan kondisi fisik film yang makin memburuk, akhirnya pihak SA Films meminta pada EYE Museum untuk melakukan pengambilalihan proses restorasi Tiga Dara.

Tiga Dara-konpress-foto Lopinta-PF-IMG_20160803

“Mereka harus diyakini dulu soal dananya. Melalui beberapa pertemuan, kami yakinkan bahwa kami mampu secara finansial dan mulailah pencarian laboratorium yang sanggup merestorasi dan ditemukanlah dua calon yakni di Italia dan di Inggris,” imbuh Yoki.

Hingga akhirnya, ditandai dengan materi asli seluloid film Tiga Dara yang saat itu berada di Amsterdam, dikirimkan langsung ke Indonesia, maka dimulailah proses resotrasi di laboratorium L’immagine Ritrovata di Bologna, Italia, dengan turut melibatkan dua orang anak Indonesia.

“Ada dua tahapan yakni inspeksi dan repair pada 38 reel tersebut, mulai dari kerusakan fisik seperti robek, scretch, vinegar syndrome (debu kristal menempel pada seluloid), seluloid enggak lurus dan malah keriting, hingga bekas selotip,” ujar Lintang Gitomartoyo, selaku perwakilan Indonesia yang mengikuti proses restorasi di Italia.

Proses restorasi fisik film di Italia tersebut memakan waktu delapan bulan lamanya dan kemudian dilanjutkan dengan restorasi secara fisik di Indonesia.

“Tantangan untuk pengerjaan fisiknya adalah total 15.000 frame untuk film berdurasi dua jam ini, tiap frame per frame di scan di Italia dengan kapastitas 53 megabyte per 1 frame. Jadi ukurannya mencapai 12 terabyte.  Tapi, beberapa frame ada yang kena scretch, kena coretan, ketekuk hingga bekas selotip itu harus dibersihkan secara digital,” kata Taufiq Marhaban, selaku perwakilan dari PT. Render Digital Indonesia.

Itu sebab, menurut Taufiq, tak heran bila proses pengerjaan merestorasi film  berukuran 12 terabyte ini, dengan pengerjaan 1 gambar memakan waktu satu menit, maka demi menyelesaikan 15.000 frame akan memakan waktu enam bulan lamanya.

“Ada dua proses restorasi, kebetulan sudah direstorasi secara digital. Hanya saja, masih ada kendala di audio mulai dari noise sampai audio yang terputus, untungnya hal itu terjadi di scene yang tak ada dialognya. Ha-ha-ha,” cerita Windra Benyamin, sosok yang bertanggung jawab pada audio Tiga Dara restorasi.

Hingga akhirnya, Tiga Dara diputuskan untuk direstorasi dalam format 4K, format resolusi tertinggi secara teknis yang dapat dilakukan di Indonesia sekaligus menjadikan Tiga Dara sebagai film hasil restorasi 4K pertama di Asia yang disiarkan kepada publik.

Dengan hasil restorasi pada resolusi 4K, maka penonton akan disuguhkan pengalaman baru dalam menikmati Tiga Dara dengan kualitas gambar dan suara yang lebih tajam, bersih, ditunjang detil yang lebih lengkap.

“Film Tiga Dara adalah tentang kita, tentang sejarah, tentang musikalitas dan tentang budaya kita. Film ini adalah film terlengkap yang sajikan drama, musik serta dari dalam satu judul. Film ini juga perwakilan zaman di masanya. Oleh karenanya, untuk menghindari bangsa ini kehilangan bukti otentik sejarah dan budayanya, merestorasi dan mempersembahkan kembali film Tiga Dara pada bangsa ini merupakan tugas penting,” tutup Yoki.

Tiga Dara 4K merupakan film drama musikal komedi yang diperankan oleh Chitra Dewi, Mieke Wijaya, Indriati Iskak, Fifi Young, Hassan Sanusi serta Rendra Karno.

Rencananya, Tiga Dara yang proses restorasinya menghabiskan dana sebanyak 3 milyar rupiah ini mulai tayang secara resmi di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 11 Agustus 2016 mendatang.[]

Baca Juga :

Tiga Dara (1956) | Sebelum dan Sesudah Restorasi #TigaDara4K

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *