Ini Alasan Psikolog Anak, Kak Seto Mulyadi Terima Tawaran Film “Untuk Angeline”

Ka Seto-foto Lopinta-PF-01 2016

POSFILM.COM – Ketua Dewan Konsultatif Nasional Komisi Nasional Perlindungan Anak sekaligus psikolog anak, Seto Mulyadi, punya alasan khusus mengapa dirinya tertarik untuk membintangi film biopik bertajuk “Untuk Angeline”.

Film garapan Jito Banyu ini terinspirasi dari fakta persidangan kasus Alm. Engeline tahun 2015. Seperti diketahui, kala itu Engeline (9 tahun) menghembuskan nafas terakhirnya karena tak kuasa menanggung penyiksaan hebat yang kerap diterimanya dari sang ibu angkat, Margriet.

Berangkat dari kisah tersebut, tercetuslah ide pembuatan film “Untuk Angeline” yang digadang-gadang sebagai film perjuangan anti kekerasan pada anak.

Kak Seto, aktivis dan psikolog anak ini merupakan salah satu tokoh yang paling gigih berjuang dalam mengungkap kasus kematian Alm. Engeline kala itu.

Itu sebab, kini dalam film biopik yang mengangkat kisah Alm. Engeline, Kak Seto pun bersedia turut membintangi meski hanya sebagai cameo.

“Film ini merupakan dukungan kampanye sosial stop kekeraaan pada anak. Pasalnya, hal tersebut telah menjadi fenomena luar biasa yang perlu mendapat perhatian kita semua,” ujar Seto Mulyadi –alias Kak Seto– mengungkapkan alasan keterlibatan dirinya dalam film “Untuk Angeline” di Dapur Sunda Resto, PIM 1, Jakarta pada Rabu (1/6/2016).

Kak Seto pun menambahkan, dengan lahirnya Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 2002 tentang Perlindungan Anak, mengindikasikan bahwa kejahatan pada anak telah mencapai batas darurat yang perlu penanganan lebih lanjut.

“Maka dari itu, mudah-mudahan film ini bisa jadi tontonan dan panutan kita semua. Karena kalau kita abai (pada fenomena kekerasan anak), maka bangsa kita akan jadi bangsa predator,” imbuhnya.

Selain itu, dengan penanyangan film yang jatuh pada 21 Juli mendatang, berdekatan dengan perayaan Hari Anak Nasional tiap 23 Juli, diharapkan Kak Seto menjadi pertanda bagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk lebih mencangankan aturan-aturan hukum soal perlindungan anak.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mencintai generasi anak-anak,” ujar Kak Seto mencoba mengutip ucapan Ir. Soekarno, dengan sedikit perubahan.

“Mudah-mudahan film ini dapat perhatian. Mudah-mudahan juga film seperti ini bisa diikuti dengan lahirnya film-film pendidikan serupa di masa mendatang,” tutup Kak Seto.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *