HPI, 75 Film Skala Internasional Siap Diputar Di Bioskop Rakyat

Hari Perempuan Indonesia

 

POSFILM.COM – Dewan Kreatif Rakyat (DKR) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemepora) mengadakan “International Woman Festival” dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional (HPI) yang jatuh pada 8 Maret dan Hari Anti Diskriminasi Internasional yang dirayakan tiap 1 Maret. Bagian utama dari festival ini adalah penayangan 75 film soal perempuan dan isu sosial lainnya skala internasional  yang akan menjangkau segala lapisan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

“Penyelenggaraan festival film untuk perempuan dapat memberikan inspirasi bagi kaum perempuan dalam mengambil peran yang optimal, baik di ranah domestik (keluarga) maupun di ranah publik,” ujar Dirut LPP RRI Rosarita Niken Wudiastuti dalam konferensi pers di Russian Culture, Jakarta, Kamis (18/02/2016).

Melalui festival film perempuan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam rangka penyetaraan gender dan upaya peningkatan kualitas serta peran perempuan pada semua aspek kehidupan. Tak hanya itu, diharapkan pula tercapainya persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan laki-laki, sehingga perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam pembangunan nasional.

Dalam festival yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 20 Maret mendatang, akan diluncurkan juga sebuah album musik video “Karena Aku Perempuan” karya Natasha Dematra yang didedikasikan kepada seluruh perempuan di dunia.

Musik video bertajuk “I Will Survive” dipilih karena mengangkat isu anti-kekerasan atas seluruh perempuan di dunia. “I Will Survive” menceritakan tentang kehidupan seorang pemulung perempuan cacat yang menerima hidup dengan senyuman meskipun penuh keterbatasan, sampai suatu hari kehormatan satu-satunya yang ia miliki direnggut oleh supir angkutan umum. Batinnya berkecamuk pada pilihan mengugurkan kandungannya atau memperjuangkan nasib kehidupan bagi sang janin. Tak hanya itu, panggilan hati untuk mendidik anak-anak putus sekolah memaksanya belajar menulis dan membaca secara otodidak.  Oleh sebab itu, perjuangannya menjadi simbol perjuangan perempuan yang terpinggirkan di berbagai pelosok dunia namun memiliki semangat pantang menyerah.

“Saya ingin mencoba menginspirasi dunia dengan cara kreatif. Saya harap dengan adanya festival film ini dapat menginspirasi kaum perempuan untuk terus berkarya dan berprestasi tanpa batasan gender dan diskriminasi.” ujar Natasha Dematra, sutradara perempuan termuda di dunia ini.

Sementara itu, Dedeh Kurnasih selaku Sekjen dari DKR menyatakan bahwa yang membuat festival film kali ini berbeda dari festival-festival yang pernah diselenggarakan sebelumnya adalah diadakan peluncuran Bioskop Rakyat dalam bentuk bioskop keliling dimana film-film khusus festival akan diputar di berbagai tempat se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). “Rencananya, tahun depan Bioskop Rakyat juga akan didistribusikan hingga ke seluruh pelosok Indonesia, dari Sabang hingga Merauke,”ujarnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *