Gion (Ket Pafindo), Film Nasional Harus Lebih Dekat dengan Penonton

GION-Ket Pafindo-pf-HL

 

POSFILM.COM – Setiap jelang peringatan Hari Film Nasional (HFN) yang jatuh pada tanggal 30 Maret setiap tahunnya, komentar dan harapan oleh inssan perfilman Indonesia, Satu di antaranya komentar dan harapan itu datang dari benak Bagiono Prabowo, Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo).

”Komentar saya perjalanan film nasional kian hari, kian bagus. Momentum ini harus dijaga dengan membuat film yang disukai masyarakat. Kualitas dijaga, emosi penonton juga harus dirawat,sehingga nyambung,” imbuh Gion.

“Dan, film nasional atau film Indonesia bukan sekedar tuan rumah di negeri sendiri tapi raja di negeri sendiri,”ungkap pria yang juga artis disapa Gion ini. “Setiap film harus bisa menarik penonton jutaan,” lanjutnya.

Pandangan Gion juga mengajak insan perfilman Indonesia orientasi produksi untuk penonton internasional, tidak hanya nasional.

”Berangkat dari pemikiran itu, maka kualitas film nasional akan meningkat, mau tidak mau karena pasar internasional tentu punya standar mutu yang lebih bagus dan bagus lagi,”tutur Gion, yang juga seorang pengacara dan pebisnis ini.

Dan, untuk mewujudkan kualitas film, ucap Gion, harus tersedia SDM yang bisa merealisasikannya secara teknis di lapangan.

”Pendidikan bidang film, baik melalu jalur formal, non formal dan organisasi seperti Pafindo ini. Kita sama sama meningkatkan kualitas SDM. Demikian juga dengan pemerintah jangan hanya membuat aturan tetapi juga peran sertanya lebih konkret lagi. Apa yang ada di dalam UU No.33 tahun 2009, benar-bernar dilaksanakan, termasuk dalam pembuatan PPnya,”tutur Gion lebih jauh.

Bila dalam UU perfilman itu tidak lagi bisa mengakomodir situasi dan kondisi kekinian di bidang perfilman, maka harus ada perubahan pasal-pasal dalam UU perfilman tersebut. ”Karena jangan sampai industri filmnya sudah berlari cepat UU perfilmannya, sudah relevan lagi.

Maka perlunya di sini ada sosialisasi UU Perfilman itu. Kita diskusikan bersama, juga ada peran media di dalamnya,” tegas Gion lagi.

Pafindo, sebagai organisasi artis dalam peringatan HFN tahun ini selain berpartisipasi aktif dalam acara awarding yang diselenggarakan berbagai lembaga, juga aktif berkontribusi dalam Diskusi Film Tantangan dan Peluang Perfilman Indonesia di Era MEA, yang diselenggarakan Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia (KJSI), dalam waktu dekat.

Pafindo dalam memperingati HFN tidak melupakan jasa-jasa artis yang telah turut memajukan perfilman Indonesia di masa lalu dan sekarang.

”Kami ingin membuat acara sekaligus bersilaturahmi dengan berkunjung ke rumah artis senior Aminah Cendrakasih,  tengah berbaring sakit. Ibu Aminah adalah salah satu tokoh artis yang ada hingga saat ini. Perlu diberi hiburan di HFN. Jangan sesekali kita melupakan sejarah, termasuk tokoh –tokoh di dalamnya. Begitu juga dengan sejarah perfilman Indonesia,” kata Gion menutup pembicaraan. (didang/pf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *