Furi Harun Membawa Indonesia ke Indigo World: Ghost Hunting di Italia

FURI HARUN_foto Didang_PF_1c

POSFILM.COM Furi Harun, yang dikenal berkemampuan indigo akan mengikuti festival Ghost Hunting di Italia. Bagi wanita yang juga menapaki dunia keartisan ini, keikutsertaan dalam Ghost Hunting ini untuk kali kedua.

“Peserta Ghost Hunting tahun ini diikuti oleh orang yang berkemampuan indigo dari lima Negara : Jerman, Australia, Rusia, Prancis dan Indonesia. Saya mewakili Indonesia dalam Ghost Hunting kali ini,” ujar Furi Harun yang ditemui di studio Heyoo Coffee, Jakarta, seusai membawakan  program di acara Yourlife. Program siaran langsung seputar kehidupan. Mulai jodoh, pekerjaan dan persoalan ekonomi.

Dalam Ghost Hunting yang bertaraf internasional, setiap peserta, kata Furi, dimasukkan ke dalam sebuah kastil, melakukan observasi, dan melakukan pencatatan apa saja yang sudah dialami.

”Misalkan ketemu hantu dari tahun sekian sampai ke tahun sekian. Catatan itu akan diuji oleh para indigo yang sudah berpengalaman di kastil itu. Kemudian dia crosscheck dengan data yang ada. Dari situlah akan diperoleh penilaian dari para juri. Juara pertama, kalau dirupiahkan sekitar dua ratus juta,” papar Furi yang sore itu sempat membahas masalah zodiak.

Untuk meraih sebagai pemenang, selain akurasi pencatatan peristiwa yang dialami, juga mengenai tanggal dan bulan.

”Peserta dalam posisi yang menyeramkan, dan itu berlangsung dari jam sebelas malam hingga jam empat pagi,” kata Furi.

Selama lomba beberapa jam itu dibolehkan menyantap snack dan minum. Bagi Furi dia memilih puasa saat lomba berlangsung. Karena dirinya lebih merasa siap mental bila berpuasa. Yang pasti terasa adalah tekanan mental, makanya sering dan mual.

”Karena persiapan mental harus benar-benar disiapkan, selain fisiknya. Bagi yang tidak mampu bisa menyampaikan lewat komunikasi bahkan kamera yang terpasang di tubuh kita. Yang gak kuat didiskualifikasi,” cerita Furi.

Furi Harun yang memiliki level kedelapan dalam hal indigo, pernah menyabet juara dua untuk festival sejenis pada tahun 2016. ”Juara pertamanya bernama Helen dari Rusia. Dia bertemu dengan hantu yang meninggal tahun 1947, mereka menikah secara legal. Sekarang dia sekarang menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Gangguan jiwanya karena apa, saya tidak tahu,” kata Furi yang pernah mengisi acara serial Pesan-Pesan Kematian.

Sebagai indigo Furi Harus sudah sejak lama bergabung dengan indigo world. Namanya yang sudah kesohor, kerap kemampuannya itu untuk membantu perusahaan dan para pesohor lainnya yang punya permasalahan. Namun dia juga tidak segan membantu tanpa dibayar.

”Bila diminta jasa kemampuan indigo itu hanya membantu membuka jalan saja. Ketentuan tetap dari Allah SWT,” tegas Furi Harun yang segera pamit untuk mengisis acara di tempat lain.  [PF/ Didang P. Sasmita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *