Dubsmash : The Movie, Kisah Cinta Remaja Dengan Bumbu Seadanya

Dubsmash-1-pf-2016

POSFILM.COM – Fenomena aplikasi Dubsmash –aplikasi untuk menyanyikan lagu populer atau mengucapkan dialog dari film tertentu secara lipsync– nyatanya mampu membuat nama selebriti asal Fillipina, Teejay Marqueez, mengangkasa di dunia maya. Bahkan namanya kian tenar di jagat hiburan tanah air setelah video dubsmash memperagakan lagu Twerk It Like Miley milik Brandon Beal menjadi viral di berbagai media sosial.

Lantas, rumah produksi MD Pictures mencoba mengangkat fenomena ini dengan bumbu percintaan remaja SMA melalui film teranyarnya bertajuk “Dubsmash : The Movie.” Menggandeng Teejay Marquez yang dipasangkan dengan Jessica Mila, bagaimanakah hasil film ini nantinya? Berikut review dari POSFILM ada baiknya anda simak sebelum menonton film ini.

 

Sinopsis

 

Adegan dibuka kala Teejay (Teejay Marquez), si anak baru pindahan dari Fillipina tengah memperkenalkan diri di depan kelas. Kehadirannya yang berbeda dari anak-anak pada umumnya, seketika langsung mencuri perhatian anak 1 sekolahnya, tak terkecuali Elsa (Jessica Mila).

Kelakuan lucu Teejay sanggup menghibur hati Elsa yang hubungannya tengah renggang dengan sang kekasih, Marvel (Verrel Bramasta). Bahkan, di saat-saat terberat dalam hidup Elsa, kehadiran Teejay di sisinya menjadi begitu berarti mengisi kegamangan hati Elsa.

 

Plus Minus

 

Sesuai judulnya, awal film akan dihiasi oleh goyangan aneh Teejay kala memperagakan lagu-lagu Indonesia dengan lip-sync tentunya. Goyangan kurang natural yang agak maksa ini sebetulnya sah-sah saja, andai porsinya sedikit dikurangi.

Kemudian, kejanggalan paling hakiki dari film ini terasa kala Teejay dengan mudahnya fasih berbahasa Indonesia meski ia lahir, besar dan pindahan dari Fillipina. Mungkin ini dimaksudkan untuk memudahkan penonton memahami ceritanya. Namun, bahasa Inggris dan Tagalog yang biasa digunakan Teejay sehari-hari selama di Indonesia, justru kurang mendapatkan porsi. Sehingga, kesan kurang natural dalam percakapan Teejay terasa sangat menonjol.

Selain itu, film drama remaja ini mengangkat kisah ABG (Anak Baru Gede -red) ala-ala FTV(Film Televisi), maka konflik yang terjadi terasa membosankan, datar dan kurang greget. Dari awal hingga akhir, pergerakan alur dari adegan satu ke adegan berikutnya juga terasa lamban, dengan endingnya yang tiba-tiba dipaksakan.

Belum lagi ada tempelan promosi film milik MD, “Rudy Habibie”, meski porsinya tak begitu banyak. Sebagai rumah produksi raksasa di Indonesia, rasanya promosi curian produksinya sendiri di film ringan seperti ini cukup mengganggu.

Hal lain yang paling menonjol dalam film ini adalah formula film remaja SMA era pasca Ada Apa Dengan Cinta (AADC) jilid 1 yang mengadaptasi adegan-adegan dalam AADC, dengan perubahan seperlunya, yang diseusiakan dengan gaya ‘kekinian’, ternyata juga diterapkan dalam film besutan Indrayanto Kurniawan ini. Mulai dari persahabatan ala Genk Cinta, konflik cinta segitiga ala remaja, hingga percakapan baku sok puitis ala Rangga, meski tak sepuitis AADC tentunya.

Harus diakui, sepertinya MD tidak banyak belajar dari film produksi sebelumnya bertajuk Beauty and the Best (2016). Lagi-lagi terjebak dalam film dengan kisah cinta yang mudah ditebak dengan bumbu yang terlalu dipaksakan. Dalam sekejap, mendadak jatuh cinta. Dalam sekejap, harus memilih ingin jatuh cinta pada siapa. Menggunakan konflik yang hambar, terlalu ringan dan mudah ditebak akan seperti apa akhir kisahnya.

Padahal, pemilihan pemain, Teejay Marquez dan Jessica Mila serta Verrel Bramasyta sebetulnya sudah bisa jadi nilai jual tersendiri bagi film ini, mengingat nama besar ketiganya yang tengah digandrungi masyarakat Indonesia saat ini, khususnya pangsa pasar remaja.

Namun begitu, bolehlah dibilang penyelamat dalam film ini ialah Verrel Bramastya. Pasalnya, ia sanggup merepresentasikan sosok sombong, angkuh nan egois. Mulai dari bahasa tubuh, pandangan mata hingga gaya bicara. Meskipun belum selevel sikap menyebalkan Rangga yang diperankan Nicholas Saputra di Ada Apa Dengan Cinta (2002).

Sehingga, boleh dikata, jika ingin menonton film yang resmi dirilis pada 9 Juni mendatang ini, diharapkan pada penonton untuk tidak membawa ekspektasi berlebih, mengharapkan film remaja berkualitas era 2016. Nikmati saja kisah cinta segitiga yang diperankan oleh 3 aktor yang tengah naik daun itu. 2 cowok tampan, memperebutkan 1 cewek cantik. Klise, sebatas itu saja.

Oya, 1 hal lagi, jangan pernah harapkan ending yang memuaskan karena nantinya penonton akan kecewa teramat dalamnya. Sebab, ketika menonton film ini, penonton akan dikejutkan dengan akhir cerita yang terasa janggal, aneh dan tidak masuk di akal. Tak perlu risau jika anda tak memahaminya. Sebab, sang penulis naskah sendiri, Aviv Elham, dalam konferensi pers seusai screening film ini di CGV Blitz Grand Indonesia pada Kamis (2/6/2016) tak sanggup pula memberikan jawaban memuaskan soal ending teraneh dalam perfilman tanah air tersebut.

Rencananya, film yang diperankan oleh Jessica Mila, Verrel Bramastya dan Teejay Marquez ini resmi dirilis mulai 9 Juni 2016 di seluruh bioskop di Indonesia.[]

 

Baca juga :

http://posfilm.com/bahasa-indonesia-kendala-utama-teejay-marquez-saat-shooting-dubsmash/

http://posfilm.com/dipuji-aktor-fillipina-teejay-marquez-ini-tanggapan-jessica-mila/

http://posfilm.com/begini-cara-jitu-jessica-mila-dan-teejay-marquez-bangun-chemistry/

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *