Djonny Syafruddin Buatlah Film Nasional Yang Bagus Karena Itu Wajah Budaya Kita

Djonny Syafruddin-Posfilm-06 2016-HL

POSFILM.COM, Jakarta – Setiap bulan ramadhan film Indonesia juga ikut berpuasa. Bukan puasa dari produksi tapi dari tayangan. Para poduser pembuat film akan menayangkan filmnya pada saat Hari Lebaran. Diharapkan pada momen Hari Raya Islam itu film-film mereka disaksikan.

Di mata Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djony Syafruddin, bulan puasa ini mestinya juga menjadi introspkesi bagi produser untuk membuat film yang lebih baiklagi dari sebelumnya.

”Kami harapkan dan kami himbau buatlah film-film yang bagus dan bermutu agar diminati penonton,”kata Djonny, saat ditemui  di Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2016.

Djonny Syafruddin-foto Didang-PF-2016-1

Harapan Djony ini terkait dengan bidang yang digelutinya, yakni bioskop.”Karena begini, ketika film mereka laku bahkan laris, tidak ada penghargaan yang layak dari mereka. Api, kalau film mereka anjlok , tidak dapat respon yang baik dari penonton, mereka kerap salahkan bioskop,” ungkap Djony.

Akhir-akhir ini ada beberapa produser film yang membuat filmnya tidak layak untuk diputar di bioskop.

”Formatnya memang film,setelah ditonton kualitas cerita dan alur dramatiknya kelas FTV, alias film televisi atau ssemacam sinetron lepas. Ini kan merusak pasar film itu sendiri,” cerita Djoni.

”nanti penonton malas datang ke bioskop, filmnya gak bermutu!”imbuhnya.

Alasan Djony menyayangkan film –film kurang layak tadi dibuat, disebabkan jangan sampai penonton film Indonesia menjadi jera. Di daerah-daerah film Indonesia atau film nasional sangat disukai. Kalau terus menerus disodori film yang kurang layak apa jadinya ke dapan?” tegasnya lagi.

Djony mantan aktivis 66 dan pengagum Bung Karno ini melihat antusias yang begitu tinggi terhadap film nasional di daerah-daerah menjadi kekuatannya untuk menghimbau anggotanya, pemilik bioskop di daerah-daerah itu agar memprioritaskan film nasional.

”Saya sebagai anak bangsa dan pengaggum Bung Karno berpegang pada anjuran Bapak Bangsa Indonesia itu agar kebudayaan nasional harus di kedepankan,” ujar Djony yang belum lama ini membuka bioskop baru di Banjarnegara, Pangkalpinang, dan Pekalongan.

Ketika usaha perfilman termasuk bioskop dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI), Djony mewaspadai akan adanya arus kebudayaan luar melalui film akan gencar.

”Katakanlah Korea akan membangun bioskop di Indonesia, mereka akan memperioritaskan film-film produksi negara mereka  berkonten budaya Korea juga tentunya,” jelas Djony.

Diamatinya juga serbuan musik berupa K-Pop yang digandrungi kawula muda Indonesia.

”Di musik seperti itu dahsyatnya. Di film akan sama bahkan lebih bahaya lagi. Ini tantangan saya sebagai ketua GPBSI untuk mengajak pengusaha bioskop di daerah memprioritaskan film nasional,” tambahnya.

Dengan alsan itulah Djony selalu meminta keoada produser film membuat film-film nasional yang berkualitas agar menarik banyak openonton ke bioskop. Buatlah film-film yang mengandung unsur-unsur seni dan budaya Indonesia. Karena kita kaya akan khasanah cerita rakyat dan tradisi yang unik. Bukan saja cisukai oleh bangsa sendiri juga bangsa lain. Karena film itulah wajah kita yang sebenarnya,”pungkas Djony. (DPS).[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *