Christine Hakim Dianugrahi Bintang Penghargaan Dari Jepang

Christine Hakim-terima penghargaan dari Jepang-20151118-posfil

POSFILM – Icon artis peran Indonesia yang pernah meraih 6 kali Piala Citra, Christine Hakim kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini penghargaan berupa berupa bintang ‘The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Rosette’ diberikan oleh pemerintah Jepang atas jasa-jasa yang telah diberikan Christine Hakim untuk peningkatan saling pemahaman dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.

 

Christine Hakim yang memiliki nama lengkap Herlina Christine Natalia Hakim, menerima penghargaan tersebut langsung dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, dikediaman Duta Besar, pada Rabu (18/11/2015).

Yasuaki mengatakan kalau Christine Hakim adalah sosok aktris yang memiliki banyak prestasi di bidangnya. “Ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk Christine Hakim. Saya terkesan dengan Hakim. Ia sangat berprestasi dalam dunia perfilman Indonesia,” ucap Yasuaki dalam sambutannya saat acara penganugrahan penghargaan tersebut.

Lebih lanjut Yasuaki mengatakan, bahwa hubungan Christine dan Jepang sudah lama terjalin. Christine pun pernah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk membahas ide-ide yang dapat mempererat hubungan kebudayaan Jepang dan Indonesia.

Aktris kelahiran 25 Desember 1956, Kuala Tungkal, Jambi, pertama kali mengenal  Negeri Sakura pada tahun 1976, saat berusia 16 tahun, ia diundang menjadi delegasi Indonesia dalam acara Asia Pacific Film Festival. Kunjugan keduanya, tahun 1982, saat ia berusia 22 tahun, Chtistine kembali mengunjungi Negeri Sakura memenuhi undangan Japan Foundation sebagai tamu di South East Asia Film Festival.

Tahun 1982 inilah sebagai momentum penting bagi diri seorang Christine Hakim dalam hubungannya dengan Jepang.  “Ketika saya berada di South East Asia Film Festival hal itu menjadi momentum penting bagi diri saya, karena masyarakat Jepat diperkenalkan kepada film-film saya,” tutur Christine yang pertama kali berperan dalam film Cinta Pertama, tahun 1973

“Saya semakin cinta. Saat itu tahun 1982 saya merasa hubungan Jepang-Indonesia tidak boleh hanya dekat dalam hal ekonomi dan bilateral saja, tapi juga harus dekat secara budaya mengingat hubungan human to human itu tak mengenal untung rugi seperti hubungan bisnis, inilah yang kita perlukan,” katanya.

Tjoet Nyak Dien, salah film Christine Hakim, menjadi film yang ramai ditonton masyarakat Jepang di Tokyo International Film Festival pada 1989.

Christine Hakim dianggap telah berkontribusi bagi peningkatan apresiasi internasional terhadap kebudayaan Jepang, utamanya perfilman Jepang. Juga dinilai mampu menarik perhatian dan apresiasi internasional melalui film jepang yang pernah dibintanginya yakni Nemuru Otaku (1996),  garapan sutradara Oguri Kohei.  Totalitas nya dalam berperan ditunjukan Christine Hakim selama proses produksi, dirinya tinggal di Jepang guna mempelajari kehidupan masyarakat di sana.

Christine mengakui bahwa hubungannya dengan Jepang telah memberinya banyak pelajaran. “Saya merasakan kehangatan dan ketulusan persaudaraan dari banyak  pihak di Jepang. Hal ini memberikan saya kesempatan untuk belajar,” ucap Christine yang pernah meraih penghargaan Best Actrees pada Asia Pacific Intenational Film Festival 1998 dalam film ‘Daun Diatas Bantal’.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *