Begini Cara Tyo Pakusadewo Dalami Peran Ir. Soekarno

Tio Pakusadeo-foto Lopinta-PF-06 2016-2

POSFILM.COM – Menyutradarai sekaligus berperan dalam film “Pantja-Sila : Cita-cita & Realita” membuat Tyo Pakusadewo harus berjuang keras hidupkan tokoh Bapak Proklamator Bangsa, Ir. Soekarno.

Dalam film teranyarnya sebagai Ir. Soekarno, artis peran Tyo Pakusadewo rela melakoni beragam cara untuk lebih menyelami karakter Ir. Soekarno.

“Begitu tahu akan menghidupkan kembali sosok Bung Karno (nama panggilan Ir. Soekarno), saya langsung banyak berekspolarasi,” cerita Tyo pada media kala ditemui di Lobby Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Kamis (2/6/2016).

“Saya harus mempelajari seperti apa isi kepala Presiden Soekarno. Dan jauh sebelun itu (proses pengambilan gambar), saya mencoba menyelami pemikiran beliau melalui tulisan-tulisannya di Pikiran Rakyat sekitar era tahun 1934an,”.

Untungnya, segala naskah soal pidato Bung Karno yang dijadikan Tyo sebagai acuan untuk lebih mengenal Bung Karno itu nyatanya telah terangkum rapih dan telah dipustakakan.

“Itu (naskah dalam bentuk arsip) yang membantu saya mendapatkan (gambaran) Soekarno itu seperti apa dan bagaimana,” imbuh Tyo.

Kemudian, bersama sang produser film tersebut, Tino Saroengallo, keduanya sepakat untuk menujukkan sisi Soekarno saat sebelum terjadinya kemerdekaan Indonesia.

“Karakter ini (Soekarno yang diperankan Tyo) masih berupa Soekarno yang agak takut-takut, belum jadi presiden dan pidatonya bekun seganas pidato beliau era tahun 1957-1959,” terang Tyo.

Meski begitu, karakter Soekarno yang ‘belum ganas’ ini justru yang dirasa Tyo jadi beban tersendiri baginya. Pasalnya, arsip yang ada kini, kebanyakan berupa pidato Soekarno pasca menjabat sebagai RI 1.

“Dipelajarinya agak lama memang. Soalnya itu (pidato Soekarno kala mencetuskan Pancasila) sulit ditemukan dan digali emosinya,” tutup Tyo.

Kini, film Pantja-Sila : Cita-Cita & Realita telah rampung digarap bahkan telah diputar perdana secara khusus berkenaan dengan Hari Kelahiran Pancasila pada 2 Juni 2016.

Lantas, film ini akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 17 Agustus mendatang sebagai kado peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia.

Bagaimana aksi Tyo Pakusadewo hidupkan kembali sosok Bapak Proklamator Bangsa ini? Kita nantikan saja.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *