Bagiono : Kontribusi Pafindo di FFI 2018 Membanggakan

PAFINDO_FFI 2018_IMG-20181006_Didang_pf

POSFILM.COM Pesta insan perfilman Indonesia sudah dimulai. Gelaran pesta yang dikemas dalam Festival Film Indonesia (FFI) itu akan digelar di Jakarta pada, 6 Desember 2018 mendatang. Tajuk dari FFI kali ini mengusung “Mencari Mahakarya Batasnya Hanya Kualitas”.

Untuk penyeleksian nominasi setiap kategori, tetap akan melibatkan asosiasi profesi dan komunitas film. Setidaknya ada lebih dari 100 film yang tayang sepanjang tahun 1 Oktober 2017 sampai 30 September 2018 dipastikan masuk tahap seleksi awal.

“Penjuriannya tidak berbeda dari tahun lalu. Jadi dari setiap asosiasi ini akan merekomendasikan film-film apa saja,” tutur Lukman Sardi.

“Sistemnya FFI itu bukan mendaftar. Nanti setelah para asosiasi ini merekomendasikan,  misalnya 20 atau 25 film, dari situ kita mengolah lagi nominasi untuk dimasukan setiap kategori,” sambung Lukman Sardi.

Total ada 23 kategori termasuk film terbaik, aktor/aktris terbaik hingga lifetime achievement. Selain lewat sistem voting, Lukman Sardi pun akan menyiapkan juri mandiri untuk kategori khusus. Seperti diketahui, ajang tahunan Piala Citra ini sebelumnya digelar di Manado, Sulawesi Utara. Dalam FFI 2017 itu, Kategori Film Terbaik berhasil diraih oleh Night Bus.

Penyelenggaraan FFI untuk kedua kalinya melibatkan organisasi perfilman dalam menyeleksi setiap kategori yang akan masuk nominasi. Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo), yang diketuai oleh HRM.Bagiono Prabowo SH, MBA yang juga pengurus teras di Badan Perfilman Indonesia (BPI), menjadi salah satu Panitia Pengarah FFI 2018.

“Saya sebagai pribadi dan Ketua Umum Pafindo dan juga pengurus BPI mengharapkan, FFI 2018 akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar pria yang biasa disapa Gion, yang dihubungi Posfilm.com melalui saluran telepon.

Dalam penyelenggaraan FFI 2018, Pafindo menyertakan tiga anggotanya berkontribusi, pada tahun ini cukup mendapatkan tempat yang terhormat yakni sebagai Juri FFI 2018. ”Saya bangga, bahwa saya sebagai ketua umum dan beberapa anggota kami mendapatkan kepercayaan jadi juri Gary Iskak, Aming, dan Lala Karmela,” ucap Gion yang juga seorang produser film.

Gion, yakin dengan sistem penjurian dan penampilan acara yang lebih baik, FFI 2018 akan menjadi tonggak sejarah bagus bagi penyelenggaraan FFI selanjutnya.

”Seperti tujuannya FFI adalah untuk meningkatkan kualitas serta animo masyarakat akan film Indonesia. Sehingga film Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri akan hadir di republic ini,” pungkas Gion. [PF/ Didang P. Sasmita]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *