“2 Batas Waktu : Amanah Isa Almasih” , Gagal Sajikan Drama Religi Spiritual Sarat Makna

2 Batas Waktu-2016-pf-03

POSFILM.COM – Memiliki kemampuan indra keenam merupakan anugerah sekaligus bencana bagi seorang mahasiswi yang juga beprofesi sebagai pekerja hiburan malam bernama Tiara. Hal ini yang coba dipaparkan dalam film biopik “2 Batas Waktu : Amanah Isa Almasih”.

 

Sinopsis

 

Secara garis besar film garapan Andre Murtono dan Rudiansyah ini berkisah tentang pergolakan batin seorang Tiara, perempuan pekerja malam. Pasalnya, dengan predikat seperti itu, nyatanya ia dikaruniai kemampuan indra keenam yang membuatnya dapat bertemu dengan roh, mengalami perjalanan spiritual hingga melihat kejadian yang akan datang di masa depan.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini memaparkan tentang perjuangan Tiara menjawab keraguan akan keberadaan Tuhan bagi dirinya. Maklum, meski terlahir sebagai seorang muslim, namun Tiara tidak terlalu memedulikan ajaran agamanya. Tak dinyana, karunia yang dimilikinya itu malah membuat dirinya tampak gila dan mengada-ngada.

Adegan pertama menunjukkan kemampuan Tiara, seorang perempuan yang dikaruniai penglihatan untuk dapat melihat hal yang akan terjadi di masa mendatang. Ia kerap mengalami perjalanan spiritual yang seringkali terasa mengganggu.

Di sisi lain, terdapat seorang ustadz yang tengah memberikan pelajaran kepada para murid-muridnya perihal teori metafisika yang berhadapan dengan agama, kemudian menimbulkan pertanyaan “Apakah Tuhan itu ada?”

Keduanya dipertemukan karena suatu sebab. Dari situ, mengalirlah pengalaman religi Tiara yang selama ini dirasa cukup mengganggu baginya.

 

Plus – Minus

 

Secara teori, film ini punya makna yang cukup mendalam. Sayang, eksekusinya terasa gagal total.

Awalnya, film ini mencoba mendialogkan Islam dan Kristen yang dikaitkan dengan sejarah persaudaraan Isa Almasih yang melahirkan Nasrani dengan Muhammad SAW yang membawa Islam. Film biopik ini berusaha menyampaikan cerita Tiara yang membawa amanah Isa Almasih dengan kitab ilmu pengetahuan yang ada di Al-Quran.

Dengan pesan seindah itu, sayang, rasanya film ini bagaikan film karya amatiran. Di adegan awal saja, film ini gagal menarik minat penonton untuk berfokus pada jalan ceritanya. Terasa sangat membosankan. Pergerakan yang lambat dengan konflik datar membuat penonton jenuh.

Selain itu, para pemain yang didominasi aktor dan aktris baru tak sanggup mewujudkan film ini menjadi suguhan menarik. Semua lakon terasa datar. Mungkin karena naskah yang kurang kuat dikawinkan dengan pemain yang belum berpengalaman.

Boleh jadi, lakon Irish Bella yang cukup membantu dalam film ini. Sebagai pemeran utama, Irish sanggup memenuhi ekspektasi perihal perempuan biasa yang mendapat karunia luar biasa. Penyelamat lain dalam film ini ialah Cok Simbara, sang aktor kawakan yang meski minim adegan, namun matang memerankan sosok ayah Tiara walau hanya diberi dialog seadanya.

Kemudian, banyak juga adegan yang terasa memaksa, terburu-buru dan tidak masuk logika. Misalnya, suatu hari Tiara berkenalan dengan seorang teman di kampus, kemudian di hari berikutnya keduanya saling berciuman. Aneh betul, tanpa tedeng aling-aling, main sosor saja.

Adegan tak masuk akal lainnya adalah ketika Tiara dalam perjalanan dengan seseorang dengan keadaan mobil yang bergerak dalam batas normal. Hanya karena Tiara menarik rem tangan di mobil, seketika terjadi kecelakaan fatal. Bagi mereka yang mengerti cara menyetir dengan benar, adegan ini terasa konyol.

Atau ketika Tiara pulang dari suatu tempat dalam keadaan basah kuyup, ujug-ujug ibu Tiara menangis tersedu-sedu melihat kondisi anaknya, tanpa tahu apa sebabnya.

Menonton film ini terasa bagaikan menghabiskan waktu 2 jam dengan sia-sia. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh Lembaga Sensor Film yang sukses memangkas habis banyak adegan-adegan penting dalam film ini. Sehingga, kebingungan akan alur cerita akan menemani penonton hingga akhir filmnya.

Namun untuk menambah daftar film yang pernah ditonton, bolehlah film ini coba dinikmati. Maklum, ini kali pertamanya lahir sebuah film drama religi spiritual di kancah perfilman tanah air.

Film yang dibintangi oleh Irish Bella, Sandra Olga, Cok Simbara, Mehdi Zati, dan Egi Fedly ini akan tayang serentak pada 26 Mei 2016 di seluruh bioskop Indonesia.[]

 

Berita Terkait :

http://posfilm.com/dianggap-kontroversial-2-batas-waktu-amanah-isa-almasih-banyak-kena-sensor/

http://posfilm.com/2-batas-waktu-amanah-isa-almasih-perempuan-penghibur-penerima-hidayah-pembawa-amanah/

http://posfilm.com/shooting-2-batas-waktu-amanah-isa-almasih-sandra-olga-tuai-pengalaman-mistis/

http://posfilm.com/film-2-batas-waktu-irish-bella-penasaran-ingin-diikuti-makhluk-gaib/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *